CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Minggu, 04 Maret 2012

Twin Otter pertegas legendanya di Indonesia



Pesawat Twin Otter memang melegenda dalam penerbangan komersial Indonesia, khususnya di medan-medan berat di kawasan timur negeri ini.

Merpati Nusantara Airlines adalah maskapai nasional pertama yang menggunakan pesawat bermesin ganda dan berkursi 19 itu.

Twin Otter juga pernah membantu pemerintah Indonesia ketika Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) di Papua pada 1969. Terbang dalam logo Merpati, Twin Otter mampu menjangkau daerah-daerah terpencil di daerah yang dulu disebut Irian Jaya itu.

Pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat di landasan-landasan pendek (600 meter) dan tidak beraspal.

Selain Merpati, empat maskapai nasional --Trigana, MNA, SusiAir dan Airfast-- adalah juga pengguna setia Twin Otter yang versi awalnya dibuat pabrik De Havilland, Kanada, sementara versi-versi modernnya dibuat Viking Air Ltd.

Kini, Viking Air menawarkan seri 400 yang merupakan seri terbaru.

"Bisnis penerbangan carter berkembang di Indonesia dan kami senang bisa menawarkan Twin Otter seri 400 ini. Kami akan manfaatkan peluang pasar Indonesia tahun ini juga," kata Wakil Presiden Viking Air Ltd, Robert Mauracher, kepada media usai demonstrasi terbang pesawat itu.

Mauracher mengungkapkan pihaknya telah menandatangani perjanjian pembelian empat Twin Otter Seri 400 dengan PT Airfast Indonesia, dengan harga per unit 6 juta dolar AS.


(ANTARA News)

Changi Group Siap Bantu Dongkrak Rute Makassar-Singapura

Pengelola Bandara Internasional Singapura, Changi Airport Group (CAG) menyatakan kesiapannya membantu maskapai Garuda Indonesia Airways (GIA) untuk memenuhi load factor (keterisian kursi) di atas 60 persen, khususnya rute Makassar-Singapura dan Singapura-Makassar.

Hal tersebut diungkapkan President Manager Area Changi Airport Group (CAG) Mr. Wong dalam forum discussion tripartid; CAG, Garuda dan Pemerintah Provinsi Sulsel, akhir pekan lalu.

"Rute Makassar-Singapura adalah rute potensial. Rute ini strategis, karena kedua wilayah bisa terkoneksi dengan cepat. Banyak warga Singapura ingin ke South Sulawesi (Sulsel) tinggal promosinya saja, dan itu tugas kami (CAG) bersama Pemerintah South Sulawesi," ujar Wong.

Dia mengatakan, rute tersebut harus dipertahankan agar ekonomi kedua negara bisa berjalan dan bertumbuh dengan baik.

"Kalau promosi berjalan dengan baik, load factor (Garuda) akan meningkat, kami siap dan selalu mempromosikan South Sulawesi," kata Wong didampingi Lim Ching Kiat, Senior Vice President Market Development CAG.

Sebagai wujud konkret promosi CAG untuk Sulsel, CAG telah memasang pilar wrap atau iklan raksasa yang berisikan potensi wisata Sulsel yang layak untuk dikunjungi, seperti Tana Toraja, Pulau Takabonerate Selayar, Maros, Makassar dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu, Wong menyampaikan, pihak CAG telah menjajaki kamungkinan kerja sama Garuda dan Pemprov dengan memanfaatkan bandara lama untuk penerbangan khusus, dengan tarif minimal.

Menanggapi hal tersebut, Senior General Manager Asia Garuda Indonesia, Risnandi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak CAG yang siap memberikan ruang khusus dalam pengembangan rute internasional Garuda, khususnya rute Makassar-Singapura.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan terima kasihnya kepada CAG dan Garuda yang telah mengimplementasikan komitmennya untuk mengembangkan pariwisata di Sulsel dengan tetap membuka rute Makassar-Singapura.

"Rute internasional ini akan memberikan nilai positif dalam menstimulan pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Terima kasih kepada Changi Airport dukungan seperti ini kami butuhkan, terima kasih kepada Garuda. Dua pilar ini kalau bersinergi dengan pemprov, Sulsel akan menggeliat untuk sektor ekonominya," beber Syahrul.

Setelah di Singapura, rombongan gubernur selanjutnya terbang ke Korea Selatan untuk menjajaki kerja sama dengan produsen mobil Daewoo untuk produksi mobil lokal Moko yang ada di Sulsel.


(TRIBUNNEWS)

AS Perketat Kualifikasi Pilot

Otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS) akan memperketat kualifikasi pilot, dengan simulasi training enam kali lebih banyak sebelum menerbangkan pesawat komersial dan kargo.

Aturan baru Otoritas Penerbangan AS, FAA ini jika disetujui berarti mewajibkan pilot memiliki 1.500 jam terbang.

Saat ini, mereka sudah mendapatkan izin hanya dengan 250 jam terbang saja untuk menjadi first officer yang biasanya mendampingi kapten pilot. Training untuk pesawat khusus juga diwajibkan.

"Pilot-pilot kami harus mendapatkan pelatihan dan kualifikasi yang tepat, sehingga bisa menangani segala situasi yang mungkin mereka temui di dalam kokpit," ujar Pelaksana Tugas Direktur FAA, Michael Huerta.

FAA juga diperintahkan oleh parlemen AS untuk melakukan perbaikan pada training pilot dan kualifikasinya, setelah kecelakaan pesawat di Buffalo, New York pada 2009 lalu yang menewaskan 50 penumpangnya.

(Inilah.com)