CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 18 Juli 2012

Kerusakan dan Pencurian Bagasi Anda

article-image

Tindakan pencurian bagasi penumpang seringkali terjadi di beberapa bandara di Indonesia, termasuk di bandara kelas internasional seperti bandara Soekarno-Hatta. Resleting dirusak, badan koper dirobek dan perusakan lainnya kerap ditemukan penumpang yang mengaku kecurian barang dari dalam koper yang masuk di bagasi pesawat. Meski segala cara sudah dilakukan, termasuk dari pihak maskapai penerbangan, hal ini masih cukup sering terjadi.

Tidak banyak tindakan preventif yang dapat dilakukan calon penumpang selain mengembok koper atau barang bawaan lainnya. Namun kita dapat berusaha mengurangi resiko pencurian barang dari dalam bagasi pesawat, serta tindakan apa saja yang sebaiknya diambil ketika mengalami kejadian ini.

Bungkus Koper dengan Plastic Foil

Trik mudah yang bisa Anda gunakan untuk mengamankan koper adalah dengan menggunakan plastic foil. Bungkus koper atau tas travel Anda dengan plastic foil yang biasa dijual di pasar swalayan. Bila tidak ada, plastic foil bisa diganti dengan kantong plastik. Mungkin akan memberi kesan aneh pada koper Anda tapi keamanan barang bawaan Anda lebih penting.

Balutan dari plastic foil yang cukup ketat akan cukup sulit dan perlu waktu untuk membukanya, sehingga si pencuri akan berpikir dua kali sebelum merusak koper/tas Anda dan mencuri isinya. Jangan membungkus koper hanya dengan satu lapisan plastic foil tapi bungkus beberapa kali dan menutup bagian-bagian yang menurut Anda mudah dirobek atau digunting. Plastic foil juga berguna untuk mengamankan bagian tali tas/koper yang sering tersangkut di ban berjalan (conveyor belt) dan menjadi rusak.

Melaporkan Kerusakan

Jika semua tindakan preventif sudah dilakukan tapi Anda masih mengalami pencurian dan perusakan koper/tas bawaan Anda, segeralah melapor kepada pihak maskapa penerbangan. Beberapa maskapai hanya membuka waktu pengaduan kerusakan, pencurian atau kehilangan barang dalam bagasi pesawat hanya beberapa jam saja sejak pesawat mendarat. Anda bisa mengadukan kejadian ini kepada staff pengaduan maskapai penerbangan yang ada di bandara.

Bila Anda ingin mengadukan kerusakan pada tas/koper bawaan Anda dan bukan pencurian, maka sebaiknya pastikan dulu tingkat kerusakannya. Maskapai penerbangan tidak akan bersedia menerima pengaduan Anda bila hanya menyangkut kerusakan kecil, seperti resleting rusak, roda koper macet, pegangan koper lepas dan yang lainnya. Karena kejadian ini sulit dibuktikan apakah benar barang bawaan Anda rusak selama penerbangan atau sudah rusak sebelumnya.

Perbedaan Aturan

Yang juga harus diperhatikan disini adalah peraturan dari tiap maskapai penerbangan. Karena setiap maskapai memberlakukan aturan yang berbeda-beda. Maskapai asal Jerman, Lufthansa misalnya membatasi batas pengaduan penumpang selama 7 hari semenjak penerbangan, bila penumpang mengadukan kerusakan atau sejenisnya setelah lewat dari 7 hari maka pihak maskapai tidak akan menanggapi keluhan ini.

Sementara maskapai dalam negeri, dalam hal ini Garuda Indonesia (GA) bahkan tidak memberikan waktu lama bagi penumpang domestik. Dalam kebijakannya, GA mengharuskan penumpang yang merasa kecurian barang dari dalam bagasinya untuk melapor pada saat itu juga, saat penumpang masih berada di sekitar lokasi pengambilan bagasi. GA tidak bersedia menerima pengaduan pencurian bila penumpang sudah berada di luar wilayah bandara. Kebijakan yang sama diberlakukan oleh seluruh maskapai penerbangan di Indonesia. Jadi bila Anda menemukan bagasi yang rusak, robek atau hal mencurigakan lainnya, segera bongkar koper/tas Anda dan periksa apakah ada barang yang hilang. Bila ada, segera laporkan kepada pihak maskapai penerbangan Anda pada saat itu juga.

Mengajak Anak Kecil Berpuasa

Dari Rubayyi' binti Mu'awwidz; dia berkata, "Rasulullah mengutus untuk mengumumkan pada pagi hari asyura' di wilayah kaum Anshar yang berada di sekitar kota Madinah.

من كان أصبح صائما فليتمّ صومه ومن كان أصبح مفطرا فليتمّ بقية يومه
'Barang siapa yang pagi hari ini berpuasa, hendaklah menyelesaikannya. Barang siapa yang tidak berpuasa, hendaknya menahan (makan dan minum) sampai malam.'

Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba." (HR Bukhari dan Muslim)

Di antara pelajaran yang bisa diambil dari riwayat di atas adalah:

[1] Para sahabat sangat perhatian untuk mengajak dan mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa.
Ini jelas terlihat pada strategi mereka membuat mainan dan mengalihkan perhatian anak-anak mereka dari keinginan untuk makan, sehingga puasa mereka tuntas dan sempurna.

[2] Anak-anak yang diperintah berpuasa oleh para shahabat adalah anak-anak yang masih dalam usia kanak-kanak.
Hal ini dipertegas oleh ucapan Rubayyi' binti Mu'awwidz, "Kami mengharuskamn anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa." Juga ucapan Rubayyi', "Maka kami membuat sebuah mainan dari kulit untuk mereka. Jika salah satu dari mereka menangis karena merasa lapar, kami menyodorkan mainan kepadanya." Ini  tentunya dilakukan kepada anak yang masih berusia kanak-kanak, tidak dilakukan kepada anak yang sudah besar.

[3] Bersikap hikmah dan cerdas saat beramar ma'ruf nahi mungkar terhadap anak-anak.
Termasuk pelajaran yang bisa diambil di sini adalah tindakan para shahabat membuatkan mainan untuk anak-anak mereka –saat melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar. Oleh karena itu, hendaknya para orang tua mengambil contoh dari tindakan para shahabat tersebut, serta menerapkannya dalam melakukan amar ma'ruf kepada anak-anak mereka.

[4] Para shahabat sangat perhatian untuk mendidik anak-anak mereka melaksanakan puasa 'asyura. 

Bagaimana perhatian mereka terhadap puasa Ramadhan setelah diperintahkan? Untuk mengetahuinya, mari kita cermati ucapan Amirul Mu'minin Umar bin Al-Khaththab radhiallahu 'anhu terhadap peminum khamr yang dihadapkan kepadanya pada bulan Ramadhan, "Celaka kamu! Anak-anak kami yang masih kecil saja berpuasa." Kemudian beliau memukulnya. (Shahih Al-Bukhari, no. 1690)

[5] Salah satu puasa yang dilakukan anak-anak para shahabat adalah puasa 'asyura.
Puasa ini dihukumi marfu' (atas persetujuan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) karena dilakukan pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengingkarinya. Berkaitan dengan ini, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, "Menurut pendapat yang shahih di kalangan ahli hadits dan pakar ushul, jika ada shahabat yang mengatakan, 'Kami lakukan itu di zaman Nabi,' maka hal tersebut dihukumi marfu'. Sebabnya, pada dasarnya Rasulullah mengetahuinya, dan kesepakatan para shahabat membenarkannya, serta ada kesempatan bagi mereka untuk bertanya kepada Nabi tentang masalah hukum. Dengan demikian, tidak ada peluang untuk berijtihad dalam masalah ini. Oleh sebab itu, perbuatan yang mereka lakukan adalah berdasarkan tauqifi (perintah syar'i yang tidak bisa dibantah). Wallahu a'lam." (Fathul Bari, 4:201–202 secara ringkas)

Al-'Allamah Al-'Aini mengatakan, "Sesungguhnya jika ada shahabat yang mengatakan, 'Kami lakukan demikian di zaman Nabi,' maka hukumnya marfu', sebab diamnya Nabi menunjukkan pengakuan beliau atas tindakan itu; jika beliau tidak ridha tentu beliau akan mengingkarinya." (Umdatul Qari', 11:70; lihat juga Nailul Authar, 4:274)

[6] Disyariatkan untuk melatih anak-anak berpuasa.
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyimpulkan, "Dalam hadits ini terdapat hujjah (dalil) tentang disyariatkannya pembiasaan bagi anak-anak yang berada dalam usia yang disebutkan dalam hadits, masih belum mukallaf (terkena beban hukum). Mereka melakukannya sebagai ajang latihan." (Fathul Bari, 4:201; lihat 'Umdatul Qari, 11:70; Nailul Authar, 4:273)

Ibnu Qudamah menjelaskan perkataan Imam Al-Khiraqi, "Kalau anak berumur sepuluh tahun dan sudah mampu berpuasa maka ia harus diperintakan untuk melakukannya." Beliau mengatakan, "Artinya, sang anak diharuskan berpuasa dan dipukul bila meninggalkannya. Hal ini ditujukan sebagai pembiasaan dan latihan, sebagaimana dia perintahkan shalat dan disuruh melakukannya (sejak usia dini)."

Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah 'Atha, Al-Hasan, Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Qatadah, dan Asy-Syafi'i.

Al-Auza'i berkata, "Bila anak kecil mampu menahan puasa selama tiga hari berturut-turut, tidak batal, juga tidak merasa lemah, maka (hendaknya) ia dipaksa untuk berpuasa Ramadhan."

Di sisi lain, Ishaq mengatakan, "Aku menyukai bila anak yang telah menginjak usia dua belas tahun diharuskan berpusa supaya dia terbiasa." (Fathul Bari, 4:200 dan 'Umdatul Qari, 11:69)

Kendati demikian, menjadikan usia sepuluh tahun sebagai paramater adalah lebih baik sebab Nabi menyuruh untuk memukul anak kecil jika meninggalkan shalat pada usia sepuluh tahun. Menjadikan patokan usia dalam memerintahkan anak berpuasa dengan menggunakan patokan usia perintah untuk mengerjakan shalat adalah lebih pantas, karena faktor kedekatannya. Juga karena keduanya berstatus ibadah badaniyyah dalam rukun Isam, meskipun puasa lebih berat. Oleh sebab itu, dalam hal ini faktor kemampuan tetap diperhitungkan, sebab ia (anak tersebut, pen.) mungkin bisa mengerjakan shalat tapi tidak mampu berpuasa." (Al-Mughni, 4:412–413; lihat juga Al-Muhalla, 6:462, masalah no. 805)

Dari pernyataan Ibnu Qudamah kita dapat mengambil pelajaran bahwa anak kecil diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana ia diperintahkan untuk shalat. Sebagian ulama juga menyatakan pendapat demikian meski mereka berbeda pandangan dalam hitungan usia anak mulai diperintah untuk mengerjakan perintah-perintah syariat tersebut.

[7] Perintah kepada anak tidak hanya untuk mengerjakan shalat dan puasa.
Akan tetapi, juga menjadi kewajiban para ayah dan ibu untuk memandu mereka melaksanakan amalan ketaatan lainnya. Tujuannya, agar mereka terbiasa dan terlatih untuk melakukannya sebelum mereka memasuki usia aqil baligh. Bertalian dengan hadits Rubayyi' binti Mu'awwidz, Imam An-Nawawi menarik sebuah kesimpulan, "Dalam hadits ini tersirat pelatihan bagi anak untuk mengerjakan amalan ketaatan dan membiasakan mereka untuk beribadah walau mereka bukan mukallaf." (Syarh An-Nawawi, 8:14)

Terbukti, para shahabat dahulu sangat antusias untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam ketaatan serta melatih dan membiasakan mereka dalam ketaatan. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Ibnu Sa'd dan lainnya meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu 'Abbas; beliau berkata, "Tanyailah aku tentang tafsir, sesungguhnya aku telah menghafal Alquran pada usia dini." (Fathul Bari, 9:84)

Ringkasnya, anak-anak diperintahkan untuk mengerjakan amal ketaatan supaya mereka terbiasa dan bersimpati sebelum menginjak usia baligh. Dengan demikian, mereka akan mudah melaksanakannya saat berusia baligh.

Disarikan dari buku Mendakwahi Anak (Dasar dan Tahapannya), hlm. 58—66, karya Dr. Fadhl Ilahi, Cetakan Kedua (Mei 2006), Darus Sunnah Press, Jakarta Timur.

Selasa, 17 Juli 2012

10 Petualang Modern Terbaik Di Dunia



1.Sir Ranulph Fiennes


Pada tahun 1979,Sir Ranulph Fiennes bersama rekan setimnya Oliver Shepard dan Charlie Burton sebagai manusia pertama yang mengelilingi bumi melewati kedua kutubnya. Perjalanan amat berat sejauh 110.000 mil atau sekitar 200.000 km untuk menuju tempat dengan kondisi paling ekstrem. Disebut ekstrem karena dalam kondisi 'normal' saja suhu di wilayah kutub mencapai -50 o C (minus lima puluh derajat Celcius. Sekadar bandingan, suhu rata-rata di Indonesia adalah 30 oC. Tentu Anda masih ingat pelajaran fisika dasar bahwa air membeku pada suhu 0 oC. Akan tetapi, itu belum seberapa. Karena apabila terjadi badai yang biasanya disertai angin kencang, suhu di kutub bisa drop hingga -84o C bahkan lebih.
Pada tahun 1984, ia tercatat dalam the Guinness Book of World Records.persimpangan antartika dan menemukan kota yang hilang di Ubar Oman, yang telah dikuburkan dalam pasir untuk hampir 2000 tahun.
pada tanggal 20 mei 2009,dalam Usia 65 tahun ia sukses mencapai puncak everest dan mencatatkan diri sebagai orang tertua yang sukses mencapai puncak gunung everest.

2.Mike Horn
 

Pada tahun 1999, Afrika Selatan modern petualang Mike Horn ditetapkan untuk mengelilingi dunia sepanjang khatulistiwa tanpa penggunaan kendaraan bermotor. Lintang Zero ekspedisi yang dimulai di Gabon, dari Horn yang melintasi Samudera Atlantik di delapan meter trimaran. Dia traversed Amerika Selatan dan Afrika pada kaki oleh sepeda gunung. Sejak menyelesaikan Lintang Zero ekspedisi, Horn telah mencapai Kutub Utara dengan berjalan kaki dan naik dua puncak 8.000 meter. Saat ini ia memimpin Pangaea Expedition, empat tahun ekspedisi pemuda di seluruh dunia yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan lingkungan dan konservasi sumber daya alam.

3.Dr. Bertrand Piccard


Dr. Bertrand Piccard (lahir 1 Maret 1958; umur 51 tahun) merupakan seorang psikiatris dan balonis asal Swiss.Ia lahir di Lausanne, kanton Vaud. Kakeknya Auguste Piccard dan ayahnya, Jacques Piccard, dikenal sebagai balonis dan penemu.

Tumbuh di sebuah keluarga balonis dan penjelajah dasar laut, Bertrand selalu terpesona dengan penerbangan. Sebagai anak-anak, ia dibawa ke peluncuran beberapa pesawat luar angkasa dari Tanjung Canaveral. Ia menjadi seorang pilot hang-glider dan memiliki ketertarikan pada penerbangan pesawat ultra-ringan, juga balon gas yang rekornya dicetak oleh kakeknya.

Ia adalah seorang dosen dan pengawas di Swiss Society for Medical Hypnosis.
Tanggal 1 Maret 1999 Piccard dan Brian Jones lepas landas dengan balon Breitling Orbiter 3 dari Château d'Oex di Swiss dalam sirkumnavigasi balon non-stop pertama mengelilingi dunia. Mereka mendarat di Mesir setelah penerbangan sejauh 45.755 kilometer selama 19 hari, 21 jam dan 47 menit. Atas keberhasilan ini, ia memperoleh penghargaan termasuk Harmon Trophy, FAI Gold Air Medal dan Charles Green Salver.

Tahun 2004, ia mengumumkan sebuah proyek, bekerjasam dengan Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), untuk sebuah pesawat glider bertenaga surya, jarak jauh, dan berkursi satu bernama Solar Impulse. Proyek ini dijuluki sebagai "petualangan manusia terbesar". Piccard merencanakan membuatnya tahun 2007, dan melakukan penerbangan ujicoba pendek tahun 2008. Ia memperoleh dukungan finansial dan teknis dari beberapa firma Eropa, sehingga tampaknya Solar Impulse adalah pesawat Eropa, bukan Swiss, meskipun dukungan pengetahuan diberikan oleh EPFL. Rencananya adalah mengelilingi dunia dengan beberapa pilot cadangan, terbang di atas awan pada siang hari dan di ketinggian rendah pada malam hari di suatu waktu tahun 2011.

4.Ed Viesturs
 

Ed Viesturs,a high-altitude mountaineer, tidak takut untuk tidak melakukan puncak. Dalam upaya pertama untuk mendaki puncak gunung Everest, ia berpaling hanya sekitar 300 kaki pendek dari atas, karena kondisi yang tidak ideal. Viesturs memiliki motto: "Getting to the top is optional, getting to the bottom is mandatory." Ini dia yang memiliki reputasi sebagai pendaki paling bertakwa. Namun, ia telah menyelamatkan hidupnya lebih dari sekali dan tidak mencegah dia untuk mencapai tujuan itu. Pada tahun 2005,Viesturs menjadi orang Amerika yang pertama dan menjadi ke 14 dari seluruh dunia mencapai puncak 8000 meter.

5.John Goddard


John Goddard si petualang sejati; pada usia 15 tahun, ia membuat daftar 127 petualangan menantang dan menghabiskan seumur hidup mereka memeriksa satu per satu. Sampai saat ini, yang sudah dicapai Goddard 109 item dari daftar asli plus lebih dari 500 item tambahan yang ditambahkan dia. Daftar item sebagai meliputi beragam sebagai pendakian Gunung Kilimanjaro, naik sebuah burung unta dan muncul dalam film Tarzan. Dalam proses ini, dia telah pengeluaran dunia beberapa catatan sipil sebagai pilot jet. Goddard dari prestasi yang digali mencakup keseluruhan panjang dari sungai Nil dan Kongo, yang kembali langkah-Marco Polo dan Alexander the Great, merpati Great Barrier Reef,learned to fance , dan menyaksikan sebuah upacara kremasi di Bali.(wah mayan juga nih bali menjadi salah satu tujuannya,hehehe).

6.Tudor Parfitt
 

Dijuluki "the real Indiana Jones," Dia memulai petualngannya di tahun 1980-an ketika dia bertemu dengan anggota dari suku Lemba, sebuah suku di selatan Afrika yang diyakini memiliki keturunan untuk orang-orang Yahudi dari Israel kuno. Lemba yang dikatakan Parfitt cerita dari "ngoma" - kontainer kayu yang digunakan untuk menyimpan benda keramat. Parfitt segera datang ke percaya bahwa obyek mungkin hilang Ark of the covenant. Dia mulai di bawah Gua Zedekiah dari Yerusalem. Untuk menjelaskan dalam Indiana Jones istilah, garis merah pada peta kiri Yerusalem untuk Yordania, kemudian ke Yaman, yang memanjang ke Mesir, Ethiopia, dan mendarat di Zimbabwe. Karyanya adalah pokok 2008 dokumenter dan sebuah buku.

7.Benedict Allen
 

Benedict Allen merencanakan sebuah ekspedisi dari Orinoco River di muara ke Amazon, Allen mengembangkan rencana bahwa ia akan melakukan itu semua untuk masa depan perjalanan: Daripada mengandalkan sponsor, maka ia membenamkan dirinya dalam melindungi lingkungan dan masyarakat adat dalam harapan bahwa mereka akan membantunya dalam perjalanan. Allen akhirnya melakukan menyeberangi Orinoco dengan kelompok masyarakat lokal, namun dalam proses ia tertangkap dua jenis malaria, telah diserang oleh gold miners dan harus makan anjing sendiri untuk bertahan hidup.

Allen adalah pengarang dari tujuh petualangan travelogues, dan memiliki beberapa film dokumenter tentang perjalanan-Nya. Yang pertama, The Raiders of the Lost Lake, berikut ia melakukan perjalanan melalui Peruvian jungles mencari "wild lake" rumah "super snake."

8.Rob Gauntlett and James Hooper
 

keduanya berusia 21 tahun,Pada tahun 2008, National Geographic Society memberi nama "Adventure of the Year" dengan menyelesaikan perjalanan sejauh 22.000 mil dari Utara magnetis ke magnetis Selatan Poles. Mereka hanya manusia dan dengan kekuatan alam untuk mencapai prestasi ini, melalui dogsledding Greenland, bersepeda melalui Amerika dan berlayar ke Antartika. Di atas kenyataan bahwa ekspedisi ini tidak pernah dicoba oleh siapapun sebelumnya, tidak pernah ada sebelumnya orang yang berlayar atau dogsledding experience. dia adalah Gauntlett Rob dan James Hooper. Pasangan yang baru saja naik gunung Everest tanpa memiliki pengalaman sebelumnya naik, picking up sebagai keterampilan mereka pergi.
Gauntlett meninggal saat pendakian es di Perancis Alps pada Januari 2009.

9.Jason Lewis
 

Jason lewis adalah seorang petualang asal inggris,pada tahun 1994 ia bersama dengan temannya steve smith mencoba mengelilingi dunia dengan hanya menggunakan tenaga manusia tanpa bantuan mesin.namun lima tahun kemudian steve smith meninggalkan petualangan di Hawaii pada 1998 untuk melanjutkan kepentingan lain saat mereka berusaha menyeberangi Pasifik dari San Francisco ke Australia sementara jason lewis tetap melanjutkan petualangannya,ia melintasi 5 benua,2 samudera dan laut.
Untuk memulai petualangannya, dia terlebih dahulu naik sepeda sejauh 3.000 kilometer dari Turki lewat Bulgaria, Rumania, Austria, dan Jerman sampai Oostend di Belgia, tempat perahu menunggunya.

Selama pelayarannya mengelilingi dunia itu, dia tenggelam di Samudera Atlantik Utara, mengalami patah tulang kedua kakinya, dikejar buaya di Australia, dan ditangkap atas tuduhan mata-mata di Mesir dan diancam hukuman 40 tahun penjara.

Lewis, yang berewokan dan tampak letih, melintasi garis Greenwich Meridian di Observatorium Kerajaan dengan membawa perahunya. Dia dibantu para pendukung dan penggemarnya.

10.Tom Avery
 

At 27, Tom Avery menjadi orang Britania Raya termudaa yang mencapai Kutub Selatan dengan berjalan kaki. menjadi sorotan terhadap karirnya pada tahun 2005, ketika ia berangkat untuk mengulang ekspedisi yang pernah dilakukan Robert Peary pada tahun 1909 ke Kutub Utara. Ekspedisi peary menjadi subyek yang kontroversial karena dalam waktu 37 hari,peary berhasil melintasi 413 mil laut di arktik, hal dianggap mustahil karena terlalu cepat.Dilengkapi dengan dogsleds kayu yang mirip dengan yang digunakan pada 1909 dan Peary journal, Avery berusaha mengkonfirmasikan pendakiannya. Pada akhirnya, ia dan timnya berhasil mencapai Kutub dalam 36 hari, 22 jam dan 11 menit, lengkap lima jam lebih cepat dari Peary.