CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Selasa, 17 September 2013

Korek-korek Tahi Lalat di Wajah, Muka Ibu Ini Hancur

Gara-gara mengorek-ngorek tahi lalat yang menempel di wajahnya, Bunga (54) malah hancur tak berbentuk akibat terserang tumor ganas. Karena tak mampu berobat ke dokter ahli bunga kini hanya mengurung di kamar karena malu bergaul dnegan sanak tetangga.

Maksud hati ingin mempercantik diri dengan cara mengangkat tahi lalat yang menempel di wajahnya, muka Bunga, seorang ibu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ini malah hancur tak berbentuk.

Tahi lalat itu malah berubah menjadi tumor yang terus menggerogoti wajah sang ibu dan menyebabkan salah satu matanya buta. Bagian hidung dan mulutnya pun hancur digerogoti tumor.

Kini ibu berusia 54 tahun yang tinggal di Desa Buttu Lamba, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, ini hanya pasrah dan mengurung diri di kamar sejak tiga tahun lalu. Janda satu anak ini mengaku malu bergaul dengan tetangga sekitar.

Awalnya, Bunga merasa terganggu dengan tahi lalat sebesar kelereng yang menempel di wajahnya. Ia pun lantas mengutak-atik benjolan hitam itu. Ia berharap tahi lalat itu bisa lenyap dari wajahnya.

Bunga mengaku sempat membawa dirinya ke puskesmas. Sayangnya, dokter yang merawatnya mengaku angkat tangan. Kini, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Bunga dibantu oleh sang cucu.

"Sudah beberapa kali dibawa ke puskesmas, tapi tak ada perubahan. Dokter malah sarankan berobat ke dokter ahli, tapi terbentur biaya," ujar Sappeami, cucu Bunga.

Kini, dia hanya berharap ada uluran tangan dari pemerintah setempat agar bisa membantu penyembuhannya. Pendapatan Bunga sebagai pembuat gula aren yang tak lebih dari Rp 45.000 per dua hari membuat wanita itu semakin tak berani berobat ke rumah sakit.

Sumber: kompas.com

Mungkinkah Vicky Prasetyo Alami Kelainan Jiwa?


Vicky Prasetyo (kanan) dan Zaskia Gotik dalam cuplikan video C&R yang diunggah ke YouTube

Vicky Prasetyo dengan bahasa "intelek"-nya seakan membius masyarakat untuk terus memperbincangkannya di media sosial ataupun pembicaraan sehari-hari. Tak sedikit pula orang yang bertanya-tanya, apakah di balik gaya bicaranya yang konyol dan amburadul, Vicky sebenarnya mengidap suatu kelainan jiwa?

Mungkinkah mantan tunangan penyanyi dangdut Zaskia "Goyang Itik" (Gotik) tersebut mengalami suatu gangguan atau perilaku yang menyimpang? Apa komentar psikolog terkait perilaku Vicky yang kini banyak diberitakan?

"Banyak gangguan psikologis yang mungkin dapat dialami oleh Vicky, namun belum bisa dipastikan apa karena belum ada pemeriksaan psikologis pada yang bersangkutan," ujar psikolog Kasandra Putranto saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2013).

Oleh karena itu, Kasandra menekankan perlunya pemeriksaan psikologis terpadu untuk memastikan gangguan yang mungkin ada pada Vicky. Terlebih lagi, Vicky tidak hanya menciptakan tren gaya bahasa "Vickinisasi", tetapi juga terlibat dalam kasus penipuan.

Menurut Kasandra, penentuan Vicky mengalami gangguan psikologis tidaklah sederhana. Pasalnya, perlu diketahui dulu motif penipuan yang dilakukannya, apakah penipuan murni yang beralasan uang atau penipuan yang dilandasi gangguan psikologis.

"Inilah yang membuat pemeriksaan psikologis menjadi hal utama yang perlu dilakukan karena menentukan Vicky mengalami gangguan psikologis tanpa pemeriksaan berarti melanggar kode etik," tegas staf bagian pengembangan profesi dan keilmuan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia ini.

Soal tren bahasa yang diciptakan Vicky, Kasandra menilai gangguan psikologis belum tentu jadi penyebabnya. "Setiap orang bisa menciptakan tren, seperti dulu Agnes Monica pernah memopulerkan gaya wanita memakai dasi pria," tegasnya.

Hanya, menurutnya, tren "Vickinisasi" mungkin akan berakibat pada perusakan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kasandra mengatakan, setiap istilah baru dalam bahasa diciptakan dengan tujuan. Pengesahannya digunakan menjadi bahasa baku tentu membutuhkan pengkajian yang kuat dari para ahli bahasa.

"Vicky jelas bukan ahli bahasa sehingga tujuannya menciptakan istilah baru belum tentu benar," pungkasnya.

Sumber: kompas.com

Minggu, 15 September 2013

Tasya Diah Safitri mengajak Anda untuk bergabung di Facebook

facebook
Tasya Diah Safitri ingin menjadi teman Anda di Facebook. Sejauh apa pun Anda dengan teman dan keluarga, Facebook dapat membantu Anda terus berhubungan.
Ada orang lain yang pernah meminta berteman dengan Anda di Facebook. Terima undangan ini untuk melihat permintaan pertemanan untuk Anda sebelumnya
Tasya Diah Safitri
557 teman · 56 grup
Indahnya Berbagi
Marketing di Biro Perjalanan Wisata · Bekasi
288 teman · 19 grup
Terima Undangan
Buka Facebook
Pesan ini dikirim ke etokotu.kirimboss@blogger.com. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook atau tidak ingin alamat email Anda digunakan untuk saran teman, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Department 415, PO Box 10005, Palo Alto, CA 94303