Sejak resmi dibentuk pada tahun 2002, KPK telah aktif memegang peranan sebagai pemberantas korupsi di Indonesia. Untuk dapat menjalankan tugasnya ini dengan baik, KPK pun membutuhkan dukungan dari talenta-talenta terbaik Indonesia yang memiliki integritas dan komitmen tinggi melalui lowongan kali ini.
Pada rekrutmen kali ini, KPK sedang mencari 400 orang untuk mengisi posisi sebagai spesialis muda 1, dengan syarat-syarat utama di bawah ini:
1. Maksimal 28 tahun pada saat penutupan pendaftaran; 2. Lulusan S1 Perguruan Tinggi Negeri (IPK minimal 2,75 dan Perguruan Tinggi Swasta (IPK minimal 3,00; 3. Memiliki kemampuan komputer MS Office; 4. Diutamakan menguasai bahasa asing dan bahasa daerah;
5. Diutamakan memiliki pengalaman organisasi; 6. Tidak terikat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 dengan Pimpinan/Pegawai KPK; 7. Tidak terikat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 dengan tersangka/terdakwa/terpidana tindak pidana korupsi.
Pendaftaran dan pengumuman hanya dapat dilakukan dan diakses melalui situs-webkpk-im12.experd.com.KPK tidak menerima lamaran melalui pos atau media pengiriman lainnya.
Pendaftaran berlangsung dari 1 Oktober 2016 pukul 06.00 WIB hingga 11 Oktober 2016 pukul 23.59 WIB.
Informasi lebih lengkap bisa Anda dapatkandi sini.
Nama Mario Teguh mulai terkenal semenjak ditunjuk menjadi motivator di acara Mario Teguh Golden Ways yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta.
Namun, sebelum ia terkenal hingga sekarang ternyata ia memiliki pendidikan dan pekerjaan yang tak kalah luar biasa.
Apa saja? Ini ulasannya:
1. Pendidikan Tinggi
Pada 1975 Mario memulai pendidikannya di New Trier West High, Chicago, Amerika dan mengambil jurusan arsitektur. Setelah itu, ia kembali ke tanah air dan meneruskan pendidikan di IKIP Malang dan mengambil jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Mario kemudian melanjutkan ke salah satu universitas yang ada di Jepang yaitu Sophia University mengambil Jurusan International Business. Pada 1983 ia menamatkan gelar MBA nya di Indiana University, Amerika Serikat.
2. Karir Cemerlang
Mario teguh pernah bekerja sebagai sebagai Head of Manager, BIMC, Zamre Ab Wahab. Kemudian di tahun 1983 hingga 1986 ia bekerja di Indonesia dan menjabat sebagai Head Of Sales di Citibank Indonesia.
Dari Citibank Indonesia, ia kemudian pindah bekerja di BSB Bank di tahun 1986 hingga tahun 1989 dengan posisi Manajer Business Development.
Karirnya yang cemerlang membuatnya ditawari bekerja di Aspac Bank dengan posisi Vice President Marketing & Organization Development selama empat tahun, dari 1990 hingga tahun 1994. Di tahun yang sama ia kemudian memutuskan untuk bekerja Exnal Corp Jakarta hingga sekarang ini.
3. Penghargaan
Pada tahun 2010, ia terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika.
Di tahun 2003, ia mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia. Dan pada tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook terbesar di Indonesia.
4. Menulis Buku
Tak hanya pandai berbicara di depan khalayak ramai, ternyata Mario Teguh juga aktif menulis beberapa buku yang ditulis yakni Becoming a Star (2006), One Million Second Chances (2006), Life Changer (2009) dan Leadership Golden Ways (2009).
5. Keluarga
Lelaki berusia 60 tahun ini mempunyai istrinya bernama Linna Teguh dan dari pernikahannya ia dikaruniai dua orang anak bernama Audrey Teguh dan Marco Teguh.
Ilmuwan dari University of Tokyo menyebut, tidur siang selama lebih dari satu jam bisa jadi adalah gejala terkena penyakit diabetes tipe 2. Tidur siang dianggap ada kaitannya dalam faktor penyebab atau meningkatkan risiko diabates.
Seperti dilansir BBC, Jumat, 16 September 2016, ilmuwan mengatakan, mengapa orang dengan gejala diabetes sering tidur siang lebih dari satu jam. Hal ini dikarenakan dampak yang dirasakan penyakit tersebut adalah kerap lelah di siang hari.
"Ada kaitan antara tidur siang yang panjang, lebih dari 60 menit, dan risiko terkena (positif) diabetes tipe 2 sebesar 45 persen. Namun tidak ada hubungan (penyakit diabetes tipe dua) dengan orang yang tidur siang kurang dari 40 menit," kata para peneliti.
Untuk pembuktian, peneliti melibatkan sebanyak 300 ribu koresponden.
Lantas seorang yang kurang tidur, kata para peneliti, juga bisa menjadi penyebab penyakit diabetes tipe 2. Sebab, kurang tidur yang disebabkan oleh pekerjaan dan pola kehidupan sosial, berefek pada peningkatan nafsu makan sehingga risiko diabetes tipe 2 pun meningkat.
Para peneliti menambahkan, ada kemungkinan seseorang tidur siang yang lebih panjang karena tidurnya di malam hari terganggu.
Tapi ini juga berbahaya untuk kesehatan. Peneliti katakan itu dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, masalah jantung dan gangguan metabolik lainnya, termasuk diabetes tipe-2.