CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 16 Maret 2012

Liga Champions : Hasil Undian Perempat Final

detail

(UEFA Champions League (ist))


Undian fase Liga Champions telah diumumkan. Pada babak perempat final nanti akan kembali mempertemukan dua raksasa Barcelona dan AC Milan.
 
Sebelumnya kedua tim tersebut sudah saling bertemu pada babak penyisihan, di mana pada pertemuan pertama Milan mampu menahan imbang Barca dengan skor 2-2 di Camp Nou. Namun pada pertemuan kedua yang berlangsung di San Siro justru Zlatan Ibrahimovic dkk kalah 2-3.
 
Sementara satu-satunya wakil Inggris Chelsea, bertemu klub asal Portugal Benfica. Sedangkan Olympique Marseille yang sukses mengkandaskan perlawanan Inter Milan bertemu lawan tangguh Bayern Munchen.
 
Berikut ini hasil pengundian kompetisi tersebut di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (16/3/2012). 

APOEL vs Real Madrid
Marseille vs Bayern Munich
Benfica vs Chelsea
AC Milan vs Barcelona

 
Pertandingan Leg 1 akan bergulir pada 27 dan 28 Maret, dan Leg kedua 3 and 4 April mendatang.
 
Untuk pertandingan semifinal pertama  berlangsung pada 17 dan 18 April dan semifinal kedua 24 dan 25 April. Berikut hasil undian untuk semifinal adalah:
 
Apoel Nicosia/Real Madrid vs Marseille/Bayern Munich
Benfica/Chelsea vs Milan/Barcelona

Khawatir Dikejar Komodo? Ini Tipsnya..


Kawasan Taman Nasional Komodo dilihat dari bukit di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memang benar-benar hidup bebas. Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Rinca dan Pulau Komodo bisa melihat langsung komodo tanpa halangan kandang. Pulau Rinca dan Pulau Komodo tersebut masuk dalam TNK dan menjadi "rumah" bagi para komodo.

Oleh karena itu, wisatawan perlu berhati-hati saat berkunjung ke TNK, apalagi mengingat komodo adalah binatang buas dan kanibal. Penglihatan komodo memang buruk. Namun, pendengaran dan penciumannya sangat tajam.

Sebelumnya, ranger atau polisi hutan akan menjelaskan sekilas tentang komodo dan peraturan yang harus ditaati para wisatawan. Setelah itu, wisatawan dapat memilih jarak trekking yang diinginkan. Bisa jarak pendek, menengah, maupun panjang. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berwisata ke TNK:

Berjalan dalam rombongan.

Saat trekking, tetaplah dalam rombongan karena komodo menyerang mangsa yang sendirian.

"Ranger" sebagai pemandu
.

Jangan jauh-jauh dari ranger yang bertindak sebagai pemandu. Ranger sudah berpengalaman dalam menghadapi komodo. Umumnya, ranger dibekali dengan tongkat kayu dengan ujung bercabang. Tongkat ini berfungsi untuk menghalau komodo.

Jangan membuat gerakan tiba-tiba.

Komodo biasanya tenang-tenang saja jika ada manusia lewat, asal tidak diganggu. Salah satunya adalah gerakan tiba-tiba. Oleh karena itu, jangan lari. Pasalnya, gerakan ini malah dapat membuat komodo mengejar Anda.

Jika dikejar komodo?

Larilah secara zig-zag. Komodo tidak bisa lari secara zig-zag, dan ia akan kesusahan berbelok. Namun, jangan remehkan kecepatan komodo. Ia mampu berlari 18 kilometer per jam.

Naik ke tempat tinggi.

Jika dikejar komodo, naiklah ke rumah panggung yang ada di dekat Anda. Umumnya bangunan di kawasan ini dibangun dalam bentuk seperti rumah panggung. Dengan begini, komodo akan kesulitan naik tangga. Namun, berhati-hatilah karena komodo senang berteduh di bawah bangunan. Jangan naik ke pohon karena komodo usia satu sampai dua tahun jago memanjat pohon. Komodo usia ini terpaksa memanjat pohon untuk menghindari komodo dewasa. Komodo adalah binatang kanibal yang bisa memakan komodo lebih lemah dari dirinya.

Seperti bunglon, diam yang menipu.

Waspadalah saat berjalan. Sosok komodo saat tidur-tiduran selintas seperti tanah berdebu atau batang kayu kering. Bisa-bisa, tanpa sengaja, Anda menginjak komodo. Jika Anda bertemu komodo dalam posisi berleha-leha, hati-hatilah. Ia pandai menipu. Dalam posisi tak siaga itu, ia malah menanti mangsa yang lengah.

Jangan berisik dan jangan menggunakan parfum menyengat.

Komodo memiliki pendengaran dan penciuman yang tajam. Oleh karena itu, jangan ribut saat berada di dalam rombongan. Selain itu, beberapa ranger juga menyarankan untuk tidak memakai parfum yang terlalu menyengat karena dapat memancing penciuman komodo.

Perempuan yang menstruasi.

Komodo sangat peka dengan bau darah. Jika ia mencium bau darah, secara naluriah ia akan mencarinya sebagai mangsa. Oleh karena itu, perempuan yang tengah menstruasi sebaiknya melapor ke ranger. Hal ini perlu agar ranger dapat berjaga-jaga. Perempuan yang sedang menstruasi tetap boleh melakukan trekking. Namun, sebaiknya tidak pada awal-awal menstruasi atau sedang banyak-banyaknya.

Jangan menyalakan api.

Kawasan ini sangat kering dan tandus. Oleh karena itu, jangan merokok atau menyalakan api. Sepercik api bisa mengakibatkan kebakaran di kawasan ini. Pulau-pulau tersebut memang rentan terhadap bahaya kebakaran.

Gunakan pakaian yang sesuai.

Pakaian katun yang menyerap keringat sangat disarankan untuk dipakai saat melakukan trekking. Mataharinya sangat terik dan udara di sini pun kering. Gunakan pula sunblock dan topi. Ada baiknya Anda memakai celana panjang dan baju lengan panjang. Agar mudah saat berjalan, gunakan sandal gunung dan sepatu olahraga.

Beli suvenir di Pulau Komodo.

Jika Anda memang ingin membeli cendera mata, sebaiknya beli di Pulau Komodo. Selain lebih beragam daripada di Labuan Bajo, harganya pun lebih murah. Jadikan acara membeli cendera mata sebagai agenda wajib karena hal ini dapat membantu perekonomian masyarakat setempat. Anda bisa membeli patung kayu berbentuk komodo dalam berbagai ukuran, kalung mutiara, dan ukiran kayu lainnya.

Bawa kamera.

Benda yang wajib dibawa tentu saja kamera. Tak perlu sungkan membawa tripod dan lensa tele karena yang akan Anda foto tak hanya komodo, tetapi juga pemandangan dari ketinggian, burung-burung langka, dan satwa lainnya. Jika punya, bawa juga kamera tahan air yang bisa dipakai di kedalaman laut. Saat berkunjung ke Pulau Komodo, tak lengkap rasanya jika tak merasakan snorkeling dan diving.

(kompas.com)

Palopo-Mangkutana-Ampana, Jalur Touring Kelas Dunia

MAX AGUNG PRIBADIJalur Palopo-Mangkutana.

"Good morning mister! Hello mister!" Itu sapaan anak-anak sekolah dan penduduk saat kami melintasi jalur sepanjang jalan dari Palopo menuju Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kami balas sapaan itu dengan lambaian atau teriakan dan berderailah tawa mereka.

Keakraban kecil itu menjadi penghiburan tersendiri ditengah panjangnya jalur yang kami tempuh hari ini.

Karena hari sebelumnya kami terpaksa menginap di Palopo, maka hari ini sedikit kerja keras untuk menyesuaikan dengan rencana perjalanan. Jalur Palopo-Wotu-Mangkutana sepanjang 148 kilometer harus bisa diselesaikan hari ini.

Perjalanan hari ini justru membuka penglihatan kami pada potensi besar jalur ini sebagai jalur wisata khusus touring bersepeda. Penduduk rupanya cukup terbiasa melihat dan menyapa kelompok pesepeda orang asing yang ternyata pernah sering melintasi daerah ini.

"Dulu cukup sering rombongan orang asing bersepeda seperti kita (kamu) ini lewat. Mereka mampir kemari untuk minum kopi sebelum lanjut ke Mangkutana lalu ke Pendolo menikmati Danau Poso," tutur ibu pemilik penginapan dan warung makan Murni di kota Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara.

Rombongan seperti itu menghilang setelah pecah kerusuhan berdarah di Poso tahun 2002. Jalur wisata bersepeda jarak jauh itu pun seperti terlupakan.

Deviano Oktavianus, penggiat touring yang berjalan bersama saya mengatakan, jalur Palopo-Ampana sepanjang 500-an kilometer itu memang kelas dunia. Jalur itu pernah sangat populer di kalangan petouring mancanegara antara lain karena ada yang memperkenalkannya.

"Saya lupa namanya tapi dia orang Australia yang pernah lama di Indonesia. Paket touring empat hari dijual seharga 5.000 dolar AS dan banyak peminatnya," tutur Devin yang sempat ber-email dengan orang Australia yang dimaksud.

Hal senada diungkapkan legenda touring Indonesia, Bambang Hertadi Mas alias Paimo, sebelum saya berangkat ke Sulawesi dengan dukungan PT Mud King Asia Pasifik Raya dan PT Bajau Escorindo.

Paimo mengatakan, beberapa temannya petouring Jerman dan Belanda memuji jalur tersebut sebagai jalur eksotis di Garis Wallacea. "Mereka sangat terkesan dengan jalur itu. Seorang teman dari Jerman yang melintas sendiri di jalur Poso-Ampana begitu kagum dengan hutan dan sabana di daerah Ampana," tuturnya.

Kami yang mencicipi bagian awal jalur itu, Kamis (8/3/2012) merasakan sendiri pesonanya. Jalan aspal relatif mulus tidak terlalu ramai oleh kendaraan. Meski begitu kami tetap harus waspada karena semua kendaraan melaju kencang. Jalan relatif landai dan tidak ada tanjakan berat yang merajam dengkul.

Kami melalui perkampungan penduduk, persawahan, kebun durian, kelapa sawit, dan  nipah. Sisa-sisa kebun kakao juga terselip diantara permukiman penduduk. Kabupaten Luwu Utara sedang musim durian. Sepanjang jalan terutama dari desa Buangin sampai Sabbang lapak durian berjejer di pinggiran jalan. Lalu lalang mobil pick up dan sepeda motor yang mengangkut durian begitu sering melintas.

Durian sini relatif kecil namun bonggol buah banyak dan dagingnya manis. Buah itu dijual Rp 15.000 per tiga buah yang diikat tali rotan. Musim durian berlangsung Februari sampai Mei. Jadi ini memang saat yang tepat bagi penggemar durian.

Kebun durian tersebar di sepanjang perjalanan mulai dari Desa Walanreng di Kabupaten Luwu Utara sampai ke Wotu di Kabupaten Luwu Timur. Durian yang melimpah dari wilayah ini dikirim hingga ke Makassar dan kota-kota besar di Sulsel dan Sulteng. Sayangnya, penganan olahan dari durian tidak tampak dikembangkan masyarakat. Setidaknya seperti yang terlihat di toko-toko penganan dan penjual durian di sepanjang jalan.

Buah lain yang juga sedang panen saat ini diantaranya rambutan, duku, langsat, pepaya, dan semangka.

Palopo-Pendolo

Idealnya, jalur Palopo-Ampana bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama Palopo-Pendolo (pinggiran Danau Poso) sepanjang 250 km bisa ditempuh dalam dua etape atau dua hari bersepeda. Pesepeda bisa menginap di Mangkutana yang berjarak 148 km dari Palopo. Jika jarak tidak tercapai, bisa menginap di Bone-Bone yang berjarak 91 km dari Palopo.

Penginapan Murni jadi tempat yang cukup layak untuk transit. Fasilitasnya sederhana namun cukup bersih. Kalau bosan dengan kamar mandi biasa, tinggal nyebur ke sungai berair jernih yang mengalir dekat penginapan. Di belakang penginapan berdiri deretan pegunungan yang diselimuti awan. Diantara Bone-Bone-Mangkutana terdapat sejumlah lokasi wisata pantai dan goa.

Waktu istirahat sehari di Bone-Bone atau Mangkutana bisa digunakan untuk memulihkan tenaga. Sebab keesokan harinya harus menghadapi perjalanan berat menuju Pendolo melintasi puncak bukit berketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut dengan panjang jalur sekitar 50 kilometer.

Devin mengatakan, jalan Trans Sulawesi ruas Palopo-Masamba-Mangkutana-Pendolo-Pamona Utara-Ampana sepanjang 450km memang potensi besar bagi wisata khusus turing bersepeda. Sayang jika potensi itu tidak dikembangkan lebih lanjut untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat dan negara.

Potensi itu bisa dikembangkan dengan kerja sama lintas sektoral. Pertama, masalah keamanan wilayah dibenahi. Selanjutnya fasilitas umum seperti tempat makan, penginapan juga dipersiapkan. "Libatkan masyarakat setempat misalnya untuk membuka warung makan atau penginapan dan menjalin kerjasama dengan operator. Itu langkah ke depan," tuturnya.

Langkah penting lainnya adalah  mulai memperkenalkan kembali kepada masyarakat, khususnya pesepeda. Masyarakat setempat juga perlu digugah untuk menyiapkan diri. "Kalau ada kemauan dari semua pihak pasti bisa," tuturnya.

(Max Agung Pribadi - kompas.com)