CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 11 Juli 2012

Pemanfaatan Ruang Bawah Tangga

Untuk pasangan muda yang sudah berani dan beruntung bisa membeli rumah, (mungkin) hal yang banyak dipikirkan adalah minimnya ruang. Maklumlah namanya juga pasangan muda, biasanya kan beli rumah dengan luas terbatas atau lebih dikenal dengan istilah 4L (Lo Lagi, Lo Lagi). Nah, kalau ada dana lebih biasanya yang dilakukan untuk menyiasati keterbatasan ruang ini adalah membuat level baru alias membangun lantai dua. Kalau saya, nih, yang diinginkan dari dulu adalah memaksimalkan tiap jengkal rumah. Salah satu yang saya inginkan adalah memanfaatkan ruang di bawah tangga.

Seperti yang sudah diketahui, ruang bawah tangga itu kan cukup luas. Mubazir jika tidak dimanfaatkan sampai pol. Lalu apa saja, sih, yang bisa 'masuk' ke bawah tangga tersebut? Banyak, lho, ternyata. Ini di antaranya:

1. Toilet tamu. Tentu saja harus memperhitungkan tinggi ruang supaya sesuai dengan tinggi badan standar.


gambar diambil dari sini

2. Tempat penyimpanan barang misalnya dijadikan lemari sepatu, rak buku, atau barang lainnya.

3. Ruang kerja atau ruang belajar

gambar diambil dari sini

4. Jadi bagian ruang keluarga. Mommies bisa menaruh TV dan DVD player di bawah tangga jadi area tersebut menjadi pusat pandangan ruang keluarga.

gambar diambil dari sini

Sepertinya, sih, yang paling memungkinkan untuk direalisasikan pada lahan terbatas itu yang no. 4, ya. Tentunya dengan penyesuaian di sana-sini karena kan biasanya ruang keluarga dan ruang makan di rumah 4L itu jadi satu. Nah, kalau Mommies sudah adakah yang di rumahnya menerapkan pemanfaatan ruang bawah tangga? Share dong. Siapa tahu bisa jadi pencerahan untuk Mommies lain yang sedang pusing mendesain rumah.

sumber

Pilkada DKI Berlangsung Dua Putaran


Hasil hitung cepat sementara Pilkada DKI Jakarta oleh tim Litbang Kompas di situs Kompas.com.

Dari hasil yang diperoleh hingga saat ini, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 akan berlangsung dua putaran. Posisi puncak yang dihuni oleh pasangan Jokowi-Ahok masih berkutat pada angka 44 persen. Sementara untuk dapat menang satu putaran, pasangan calon gubernur peserta Pilkada DKI Jakarta harus mengantongi 50 persen suara plus 1.

Peraturan perolehan suara di Ibu Kota ini memang berbeda dengan peraturan pilkada di daerah lain. "Angka tidak akan banyak berubah. Jadi Jakarta harus juga bersiap untuk pilkada dua putaran," kata Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo, di kantor Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Pada pukul 14.49, sekitar 70 persen TPS yang dijadikan sampel sudah masuk, dengan perolehan sementara Jokowi-Ahok dengan 43,40 persen dan Foke-Nara 33,96 persen. Kendati demikian, untuk hasil pastinya masih harus menunggu sekitar seminggu lagi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.

"Melihat trennya akan terjadi dua putaran, tapi tetap harus menunggu hasil resmi dari KPU," kata Budiman.

Sumber: kompas.com

PEMILUKADA DKI : Jokowi Unggul di TPS Nono

Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat memperkenalkan programnya dalam bentuk dua kartu andalan kepada warga Jalan Damai, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2012).

Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Thajaja Purnama unggul di TPS 2 Perumahan Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012).

TPS 2 adalah tempat calon wakil gubernur Nono Sampono memberikan suaranya. Dalam pilkada, Nono berpasangan dengan Alex Noerdin, calon gubernur, yang diusung oleh Partai Golkar.

Di TPS 2, Jokowi-Ahok mendapat 165 suara sah. Urutan berikutnya ialah Alex-Nono dengan 75 suara sah. Urutan ketiga ialah Hidayat-Didik dengan 51 suara sah.

Urutan keempat ialah Faisal-Biem dengan 42 suara sah. Urutan kelima ialah Fauzi-Nachrowi dengan 33 suara sah. Yang terakhir ialah Hendardji-Riza Patria dengan 5 suara sah. Di TPS 2 tercatat dua suara tidak sah karena dicoblos lebih dari satu kali.