CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 08 Februari 2013

Bu, Agus Mau Jadi Orang Tionghoa ..

1360315850882965598

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Perayaan Imlek semakin dekat, warga keturunan etnis Tionghoa mulai disibukkan dengan bermacam persiapan. Tak terkecuali Gie. Bocah berusia 14 tahun itu terlihat sangat antusias mempersiapkan Imleknya tahun ini. Gie dan adiknya Ayung asik membuat lampion dengan perpaduan warna merah dan emas.

"Ko, udah buat berapa lampion ?" tanya Ayung yang sore itu nampak cantik dengan kepang duanya.

"Baru 8, kau berapa ?" tanya Gie dengan tangan yang penuh lem kertas.

"Aku baru 2. Susah ya ternyata."

"Eh Yung, kita ajak Agus yuk. Di sekolah kan dia pintar di pelajaran keterampilan."

"Agus yang orang Jawa itu ko?"

"Iya."

Ayung mengangguk mantap. Lalu Gie meninggalkan Ayung dan menjemput Agus di rumahnya.

"Permisi..?!"

"Iya? Eh Gie, ayo masuk. Agus lagi di kamar tuh, ngambek." Ibu Agus mempersilahkan Gie masuk.

"Ngambek kenapa bu?" tanya Gie bingung.

"Entahlah nak, coba ditanyakan sendiri." Jawab ibu Agus dengan wajah menahan tawa.

Di dalam kamar Gie melihat Agus sedang tidur – tiduran seperti orang merajuk.

"Gus, kau kenapa?"

"Hei Gie, ah tak apa – apa." Jawab Agus malu – malu.

"Mau bantu aku nggak?"

"Ada apa?"

"Membuat lampion untuk imlek besok. Aku dan Ayung mendapat tugas dari mami. Mau kan?"

Air muka Agus berubah seketika. Ada senang luar biasa yang tak bisa disembunyikan disana.

"Yuk, sebentar ya, aku ganti baju dulu." Agus bangkit dari posisi tidurnya.

Lalu keduanya pun berangkat ke rumah Gie.

* * *

Dua hari sebelumnya …

"Bu, aku mau jadi orang Tionghoa !" ucap Agus tiba – tiba pada ibu saat sedang belajar.

"Lho ? kenapa ?"

"Orang tionghoa kok hidupnya senang terus? Pakaiannya bagus terus, sepatunya ganti setiap minggu, dan mobilnya bagus. Sementara kita? Semuanya serba pas.  Apalagi mau Imlek begini, di rumah mereka banyak sekali makanan enak. Setelah itu mereka pasti akan berlibur keluar negeri." Agus menggerutu.

"Nak, kamu nggak boleh iri begitu. Rezeki sudah ada yang mengatur. Tidak cuma warga Tionghoa kok yang banyak uangnya. Masyarakat asli kita pun banyak yang kaya raya, itu karena apa? Karena mereka mau bekerja keras, berusaha serta berdoa. Kamu bisa seperti apa yang kamu mau asalkan kamu punya tekad dan mau bekerja keras. Sudahlah, sekarang kamu belajar saja. Menjadi anak pintar dan membanggakan ibu dan bapak."

Agus terdiam, ia masih saja belum puas dengan jawaban ibu.

* * *

Agus dan Gie sudah sampai di rumah Gie yang berukuran cukup besar itu. Nampak Ayung masih repot dengan lampion – lampionnya. Agus dan Gie langsung mengambil posisi di dekat Ayung. Agus cukup melihat cara membuatnya sekali saja dan ia langsung paham. Dalam hitungan setengah jam saja Aus sudah berhasil membuat 10 lampion yang sempurna.

"Eh ada Agus, wah terimakasih ya mau bantu Gie dan Ayung. Oh ya Gus, ibumu ada dirumah ?" tanya mami Gie yang tiba – tiba muncul dengan banyak barang belanjaan.

":Ya tante, ada di rumah. Ada yang bisa Agus sampaikan tante?"

"Tante mau pesan kue keranjang. Buatan ibumu enak yang tahun lalu. Jadi keluarga besar tante mau pesan lagi sama ibumu. Tante nggak sempat bikin kue."

"Baik tante, nanti Agus sampaikan."

Acara membuat lampion sudah selesai. Agus pulang kerumah setelahnya.

* * *

"Assalamualaikum,,"

"Waalaikumsalam, sudah pulang nak? Bagaimana tadi disana ?"

"Agus bantu membuat lampion bu, oh iya mami Gie tadi bilang pesan kue keranjang. Katanya buatan ibu yang tahun lalu enak."

"Oh ya? Alhamdulillah. Ada rezeki lagi buatmu nak. Tahun lalu juga saat kita lebaran, mami Gie mengirimkan kita banyak kue, karena ibu sedang sibuk dengan pesanan." Wajah ibu begitu sumringah. Ibu Agus memang terkenal pandai membuat kue. Banyak yang sudah menjadi langganannya.

Bapak yang sedang duduk sembari menikmati kopinya ikut angkat bicara, "Coba bayangkan kalau semua orang memperingati Imlek, siapa yang mau buat kue keranjang dadakan?"

Agus dan Ibu tertawa mendengar celoteh ayah.

* * *

Di hari H Imlek, banyak tamu berdatangan kerumah Gie, tak lupa keluarga besar Gie pun mengundang Agus dan keluarganya. Suasana merah begitu meriah. Kue – kue yang ada begitu membuat lapar mata, beberapa diantaranya adalah buatan ibu Agus. Agus ikut merasakan kebahagiaan di Imlek ini. Suka cita begitu kental terasa. Agus baru menyadari bahwa Imlek bukan hanya milik warga Tionghoa, tapi milik semua orang, termasuk dirinya.

Tiba saatnya berbagi Ang Pao. Agus memperhatikan anggota keluarga besar Gie yang belum menikah mendapatkan amplop merah tersebut satu per satu. Tanpa disadari ternyata namanya ikut terpanggil. Mami Gie memberikan sebuah amplop sembari membisikkan sesuatu di telinga Agus, "Gus, kalau semua disini adalah orang Tionghoa dan sibuk Imlek, berarti hari ini nggak ada kue – kue enak seperti yang ibumu buat."

Sebuah kalimat yang akhirnya membuat Agus tersadar bahwa perbedaan memang indah. Agus melihat kearah ibunya duduk, ibu tersenyum sembari mengedipkan mata. Agus tersenyum malu. Ia berjanji dalam hati, bahwa ia harus bangga menjadi diri sendiri dan dengan apapun yang ia miliki.

Selamat Imlek

http://edidermawan.blogspot.com/2012/01/kartu-ucapan-imlek-2012.html

http://edidermawan.blogspot.com/2012/01/kartu-ucapan-imlek-2012.html

Penulis : Ajeng Leodita Anggarani

Sumber : http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2013/02/08/bu-agus-mau-jadi-orang-tionghoa-532378.html

Pengamat: SBY Sibuk Pikirkan Partai daripada Rakyat

Pengamat: SBY Sibuk Pikirkan Partai daripada Rakyat
Pengamat Politik dan Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti.

Pengamat politik, Ray Rangkuti, menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sepekan ini tidak memerhatikan rakyat Indonesia. Dalam lawatan di luar negeri pun, Presiden Yudhoyono malah sibuk memikirkan kepentingan masalah internal Partai Demokrat daripada rakyat.

"DPR seharusnya panggil Presiden. Soalnya, dalam seminggu ini tidak ada kebijakan politik Presiden buat rakyat. Presiden lebih memikirkan partai bukan rakyat," kata Ray di Media Center KPU, Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Ray menambahkan, mekanisme DPR dalam memanggil Presiden Yudhoyono dapat ditempuh dengan rapat pimpinan. Pada rapat itu, pimpinan DPR harus meminta penjelasan pada Presiden Yudhoyono perihal tidak adanya produktivitas dalam bekerja untuk rakyat. Hal itu dapat dilihat dari kedatangan Presiden ke Tanah Air yang langsung memanggil petinggi Demokrat.

Menurut Ray, hal tersebut jelas menyalahi tugas dan fungsi Presiden sebagaimana diatur konstitusi. "Seharusnya setelah Presiden tiba di Tanah Air, dia langsung memimpin rapat kabinet, bukan rapat pemimpin Demokrat," ujarnya.

Ray menyampaikan, saat berada di depan Kabah pun Presiden Yudhoyono lebih mendoakan Partai Demokrat daripada rakyat. Hal itu dapat ditelusuri dari pesan singkat Presiden saat berdoa di depan Kabah yang ditujukan pada pemimpin partai, kecuali Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Presiden dalam pesan singkat tersebut, kata Ray, sama sekali tidak mendoakan rakyat Indonesia.

"Hal ini bisa jadi bukti pimpinan DPR untuk memanggil Presiden. Presiden SBY tidak fokus memikirkan 250 juta penduduk Indonesia," ujarnya.

Kutipan isi pesan singkat Presiden Yudhoyono kepada petinggi kader Demokrat itu adalah sebagai berikut:

  1. Berita SMS ini saya tulis persis di hadapan Kabah, di Masjidil Haram Makkah al-Mukarramah. Setelah alhamdulillah semalam selesai melaksanakan ibadah umroh , insya Allah sebentar lagi saya dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke kota suci Madinah al-Munawwarah, untuk sekaligus ziarah ke makam Rasulullah.
  2. Selama berada di Tanah Suci saya terus memohon petunjuk dan pertolongan Allah Swt, agar partai yang kita cintai dapat segera dibebaskan dari berbagi cobaan berat yang kita hadapi dewasa ini. Saya berharap saudara-saudara juga ikut berdoa dan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita bisa segera menemukan solusi yang tepat, bijak dan bermartabat.
  3. Kepada Ses Wanbin, Ses Wanhor, Sekjen PD dan Ketua Fraksi PD DPR, supaya berita SMS ini disebarluaskan ke seluruh kader di tanah air, agar mereka juga ikut berdoa bersama bagi keselamatan dan kebaikan partai kita.
Pada Kamis (7/2/2013) siang kemarin, Presiden tiba di tanah air dan langsung pulang ke Puri Cikeas. Pada Kamis malam, Presiden Yudhoyono justru memanggil petinggi Partai Demokrat, yaitu Jero Wacik, Syarif Hasan, dan Roy Suryo. Pada hari ini pun, Presiden juga dijadwalkan kembali memanggil petinggi Demokrat, termasuk Ketua Umum Anas Urbaningrum.

Sumber: kompas.com

Inilah Delapan Solusi SBY untuk Demokrat

Inilah Delapan Solusi SBY untuk Demokrat
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berbicara pada konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jumat (8/2/2013) malam.

Ketua Dewan Pembina yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan delapan solusi yang disebut sebagai langkah penyelamatan partai. Delapan solusi tersebut dihasilkan dalam rapat Majelis Tinggi yang diperluas di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/2/2013). Selain para petinggi Partai Demokrat, rapat dihadiri pula oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR dan Menteri-menteri yang berasal dari Partai Demokrat.

"Tekad kami adalah ingin melakukan tindakan cepat dan nyata untuk menyelamatkan Partai Demokrat," sebut SBY. 

Inilah delapan solusi yang diambil dalam rapat Majelis Tinggi yang dipimpin SBY.

  1. Ketua Majelis Tinggi partai bertugas, berwenang, dan bertanggung jawab untuk memimpin penyelamatan dan konsolidasi partai.
  2. Segala keputusan, kebijakan, dan tindakan partai ditentukan dan dijalankan Majelis Tinggi partai. Ketua Majelis Tinggi partai mengambil keputusan dan arahan yang penting dan strategis.
  3. Elemen utama partai, utamanya Fraksi Partai Demokrat di DPR beserta DPD dan DPC Partai Demokrat, berada dalam kendali dan bertanggung jawab langsung pada Majelis Partai, sesuai hirarki dan konstitusi partai.
  4. Majelis Tinggi melakukan penataan dan penertiban partai untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas partai.
  5. Putusan Majelis Tinggi mutlak dijalankan. Yang tidak menjalankan akan diberikan sanksi tegas, termasuk yang tidak nyaman dengan kondisi elektabilitas partai yang turun saat ini, atau tak suka dengan kebijakan penyelamatan partai yang dipimpin Ketua Majelis Tinggi partai, dipersilakan untuk meninggalkan partai.
  6. Penataan dan konsolidasi partai yg dipimpin Majelis Tinggi berakhir setelah nama baik partai pulih dan normal.
  7. Sementara langkah penyelamatan diambil Ketua Majelis Tinggi, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diberi kesempatan untuk memfokuskan diri menghadapi masalah dugaan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. Partai Demokrat siap memberi bantuan hukum kepada Anas.
  8. Partai Demokrat untuk saat ini melupakan dulu agenda pemilu 2014 dan mengutamakan penataan, penertiban, dan pembersihan partai dari unsur negatif.


Sumber : kompas.com