CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 03 Januari 2014

Kegemukan Bikin Pria Sulit Punya Keturunan


Kegemukan adalah hal yang perlu Anda hindari jika ingin segera memperoleh keturunan. Pasalnya, sebuah studi menemukan, kelebihan berat badan dan obesitas dapat mengurangi kuantitas dari sperma. Para peneliti menegaskan, masalah berat badan dapat memengaruhi kesuburan pria.


Urologis dari Murray Koffler Urologic Wellness Centre and Head of Urology di Mount Sinai Hospital, Toronto, Keith Jarvi, mengatakan, semakin berat pria, semakin tinggi kemungkinan mereka mengeluarkan sperma yang sedikit. "Sayangnya, belum banyak pria yang menyadarinya," ujarnya.

Adalah Michael Eisenberg dari Stanford University School of Medicine di California dan timnya yang melakukan analisis terhadap 468 pasangan di Texas dan Michigan yang tengah dalam program kehamilan. Para peneliti melakukan beberapa pengukuran terhadap sperma dalam cairan semen sang suami. Selain itu, mereka juga mengukur indeks massa tubuh (IMT) peserta.

Hasilnya, semakin gemuk seorang pria, semakin sedikit volume sperma yang mereka keluarkan saat ejakulasi. "Setiap aspek dari kualitas semen sangat penting. Saat ejakulasi, beberapa senyawa juga ikut dikeluarkan untuk memberikan kondisi yang aman bagi sperma. Jika jumlah sperma yang dikeluarkan sedikit, tentu ini akan menjadi masalah," ujar Eisenberg.

Jumlah sperma adalah hitungan sel sperma yang dikeluarkan dalam setiap cc dari semen. Jarvi mengatakan, semakin banyak volume semen yang dikeluarkan, rata-rata antara 2-5 mililiter biasanya memiliki lebih banyak sperma. Sementara itu, jika semen yang dikeluarkan di bawah 1,5 mililiter risiko ketidaksuburan pun meningkat.

"Namun jika volumenya terlalu banyak juga tidak baik," ujarnya.

Dalam studi ini, pria dengan IMT normal mengeluarkan sperma dengan volume rata-rata 3,3 mililiter saat ejakulasi. Sementara pada pria dengan IMT tinggi atau dalam kategori obesitas rata-rata mengeluarkan 2,8 mililiter.

Kendati demikian, studi yang dipublikasi dalam jurnal Human Reproduction itu tidak menyatakan ada perbedaan antara motilitas, vitalitas, dan penampilan fisik dari sperma antara orang dengan IMT normal dengan obesitas.

Sumber : foxnews

Senin, 30 Desember 2013

Stres Picu Seks Berisiko pada Wanita ...!


Ilustrasi

Ketika mengalami stres tinggi, normal saja jika wanita beralih pada cokelat, makanan enak, atau bercerita pada teman. Namun jika pilihan jatuh pada seks, maka kaum hawa harus lebih waspada.

Karena menurut sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Sex Research, wanita cenderung untuk memiliki hasrat seks yang lebih tinggi saat sedih dan cemas, sehingga mereka lebih mungkin untuk melakukan hubungan seks yang berisiko. Temuan tersebut didapat dari laporan yang diberikan oleh 929 wanita dan 1.054 pria.

Bukan hal yang mengejutkan jika wanita mengalami penurunan gairah saat mereka merasa sedih, cemas, atau stres. Namun pada mereka yang mendapatkan asupan peningkat libido, mereka cenderung untuk melakukan seks yang berisiko.

Para wanita ini lebih tertarik untuk melakukan seks dengan pasangan manapun yang belum lama mereka temui. Bahkan, menurut studi tersebut, kelompok ini lebih rentan untuk melakukan hubungan "cinta satu malam" dengan orang asing.

Padahal hal tersebut justru memicu mereka untuk merasa lebih buruk. Pasalnya, seusai melakukan hubungan seks berisiko, mereka cenderung untuk menyesal yang meningkatkan risiko depresi.

Namun bukan berarti saat sedang memiliki mood yang baik wanita terlepas dari kemungkinan melakukan seks berisiko. Namun studi menekankan, kemungkinan tersebut bertambah besar ketika seorang wanita sedang stres.

Para peneliti menegaskan agar setiap wanita untuk menyadari risiko seks bebas dan perasaan menyesal setelah melakukannya. "Pikir ulang sebelum melakukan hubungan seks berisiko," imbau mereka.

Hubungan seks berisiko diketahui dapat menjadi sarana penyebaran penyakit menular seksual ataupun HIV. Selain itu, aktivitas ini juga meningkatkan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.

Jumat, 27 Desember 2013

Kiat Lebih Langsing di Musim Liburan


Menjadi lebih langsing saat liburan mungkin terdengar hampir mustahil. Bagaimana tidak, liburan biasanya merupakan saatnya orang terlepas dari rutinitas dan menikmati waktu-waktu santai bersama orang-orang terdekat. Apalagi waktu liburan juga umumnya diwarnai dengan berbagai panganan, baik berat maupun ringan.

Namun momen ini seharusnya tidak jadi alasan untuk bermalas-malasan dan makan semaunya. Sebaliknya, liburan bisa jadi saat yang tepat untuk meneruskan, bahkan memulai kebiasaan sehat.

Menurut Deborah Enos, pengamat gaya hidup dan kontributor berita kesehatan asal Amerika Serikat, meskipun tidak menurunkan berat badan, namun paling tidak, berat badan akan tetap terjaga. "Itulah kenapa orang perlu melakukan gaya hidup sehat selagi liburan," kata dia.

Berikut adalah lima kiat yang diberikan Enos untuk menjaga bahkan menurunkan berat badan di tengah musim liburan.

1. Kurangi kalori cair.
Meskipun dalam bentuk cairan, asupan kalori tetap akan berkontribusi dalam penambahan berat badan. Solusinya, kenali minuman yang memiliki kalori seperti wine, beer, sirup, soda, dan minuman-minuman manis lainnya. Mengurangi konsumsi minuman-minuman tadi akan menurunkan asupan kalori hingga 100 kalori. Sebaliknya, Anda bisa mengganti minuman tersebut dengan air perasan lemon atau teh.

2. Mulai dengan salad
Sebuah studi yang dipublikasi dalam Journal of the American Dietetic Association tahun 2004 menemukan wanita yang rutin makan salad umumnya asupan kalorinya 10 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak.

3. Perbanyak kacang
Makan segenggam kacang setiap hari dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Faktanya, menurut studi yang dimuat dalam Journal of Obesity menemukan, orang yang makan kacang kulit atau beberapa jenis kacang sekaligus rutin setiap hari lebih mudah menjaga berat badannya dibandingkan dengan mereka yang makan snack berlemak tinggi.

4. Perbanyak berdiri
Bersantai selama liburan merupakan hal yang mewah karena tidak harus terkekang dalam rutinitas. Namun bersantai pun harus seimbang dengan aktivitas yang dilakukan. Perbanyak berdiri merupakan solusinya. Rata-rata orang dapat membakar 40 kalori lebih banyak per jam ketika mereka berdiri dibandingkan dengan duduk.

5. Cukup tidur
Saat tak harus melakukan rutinitas, begadang memang menjadi godaan besar untuk dilakukan. Kendati begitu, begadang seharusnya tidak mengurangi jatah tidur. Ini karena menurut studi dalam jurnal The Lancet, kurang tidur dapat memicu gangguan metabolik.