CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Boeing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boeing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Paris Air Show: Perang Airbus Versus Boeing



Pomor Airbus, buatan Prancis tercoreng setelah Airbus superjumbo A380 menghantam sebuah bagungan di Bandar Udara (Bandara) Le Bourguet saat hendak parkir.
Selain itu, Airbus juga mengalami persoalan pada gearbox pesawat Airbus untuk angkutan militer jenis A400M. Akibatnya pesawat tersebut batal dipamerkan pada pemaren Paris Air Show. Meski demikin, pesawat angkut militer milik ini masih akan ambil bagian dalam sebuah fly-past.
Kondisi Airbus itu berbanding terbalik dengan pesaing utamanya dari Amerika Serikat (AS) Boeing. Boeing sukses memperlihatkan produk terbarunya, yaitu pesawat panjang jenis Boeing 747-8 jumbo.
Boeing mengklaim, mereka sudah menerima 17 pesanan untuk pesawat keluaran terbaru ini dari dua maskai penerbangan yang namahanya masih dirahasiakan. Tetapi disebutkan, satu maskapai memesan 15 pesawat Boeing 747-8 jumbo.
Sementara, Airbus mengandalkan pesawat beremisi rendah yang baru, yaitu Airbus A320 neo plane (neos). Pesawat berkapasitas 150 tempat duduk ini adalah hasil rancang ulang Airbuas tradisional A320 dengan memotong emisinya hingga 15 persen dan mengurangi karbon.
Pabrik pesawat Eropa ini mengaku sudah menerima pesanan dan komitmen untuk membeli 390 unit pesawat jenis A320 neo plane. Pesanan pertama datang dari perusahan leasing GE Capitan Aviations Services. Perusahan itu berjanji akan membeli pesawat dengan total nilai 5,1 miliar dolar AS. Sementara minggu lalu, Airbus menandatangani kesepakatan pembelian 100 pesawat dengan maskapai penerbangan Filipina, Cebu, dan GoAir dari India.
Selain itu, maskapai penerbangan Virgin Amerikan, IndiGo dan Tam juga menggunakan pesawat-pesawat Airbus. Malahan, Indigo memesan 180 pesawat dengan total nilai 16 miliar dolar, meskipun rencana ini masih dalam tahap negosiasi.
Sementara 200 pesawat Airbus lainnya dipesan oleh maskapai penerbangan Malaysia AirAsia. Maskapai penerbangan Scandinavian Airline berencana membeli 30 pesawat A320 neo plane dengan total nilai 2,4 miliar dolar.


(Suara Pembaruan)

Selasa, 21 Juni 2011

Dapat Order 197 Pesawat, Airbus dan Boeing Raih Kontrak US$25 Miliar




Airbus dan Boeing menandatangani kontrak senilai lebih dari US$25 miliar kontrak selama berlangsungnya pameran dirgantara Paris Air Show 2011 di Prancis.
Airbus meraih total kontrak pembelian 142 pesawat senilai US$15 miliar dan 90 di antaranya pesanan untuk 90 unit pesawat Airbus A320neo, yang merupakan pengembangan teknologi dengan bahan bakar lebih hemat.
Sementara Boeing meraih kontrak senilai US$11 miliar atas pesanan 56 pesawat, termasuk order dari Qatar Airways untuk enam pesawat tipe 777 dengan nilai kesepakatan US$1,7 miliar.
Kedua produsen pesawat jet komersial berbadan lebar tampil di pameran dirgantara, khususnya dalam pengembangan mesin biofuel dan hibrida serta pesawat berteknologi tenaga surya.
Namun Airbus sempat mendapat malu setelah sayap pesawat superjumbo A380 melanggar pinggir landasan saat mendarat di bandara dekat kota Paris tersebut, Minggu (19/6). Atas insiden tersebut, Airbus segera mencari pesawat pengganti untuk terbang demo yang dioperasikan oleh Air Korea A380 seperti dilansir Yahoo.com, Senin (20/6).


(Primair Online)

Qatar Airways Beli Enam Boeing 777




Produsen pesawat terbesar Amerika Serikat (AS), Boeing Co, menggebrak Paris Internasional Airshow dengan mendapat pesanan senilai USD1,7 miliar untuk memasok pesawat Boeing 777-300 ER bagi maskapai Qatar Airways.
Meskipesawat yang dipesan relatif sederhana dari segi teknologi, Boeing berharap pesanan tersebut akan menjadi yang pertama dari serentetan pesanan selama sepekan dalam ajang pameran di Prancis. Chairman dan Chief Executive untuk Divisi Komersial Boeing Jim Albauhg menyatakan, pihaknya sangat senang bisa memainkan peranan dalam pertumbuhan dan kesuksesan Qatar Airways.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kami percaya bahwa Qatar Airways akan melanjutkan penggunaan Boeing 777," ujar Albaugh. CEO Qatar Airways Akbar al-Baker menambahkan, perusahaannya ingin mempercepat perluasan jaringan internasional dan penambahan rute baru.
Saat ini Qatar Airways memiliki 25 Boeing 777 dalam armadanya. "Dengan muatannya serta kemampuan menjangkaunya, keandalan dan nilai ekonomi telah membuat pesawat ini menjadi tulang punggung armada jangka panjang kami," ujar al-Baker.


(Seputar Indonesia)

Senin, 20 Juni 2011

Boeing 747-8 Intercontinental Tampil di Paris Air Show



Pesawat penumpang Boeing 747-8 Intercontinental model paling gres dan terpanjang yang pernah dibuat ini memulai debutnya di Paris Air Show 2011 yang mulai dibuka Minggu (19/6).
Pesawat model terbaru dengan 467 kursi penumpang atau 51 kursi lebih banyak dari versi sebelumnya ini berhasil mendarat dengan mulus dan siap memamerkan diri di ajang air show terbesar di Eropa itu. Meski jumlah kursi penumpang ditambah, Boeing masih belum bisa menandingi penumpang Airbus A380 yang mampu menampung 525 penumpang.
"Kami telah melihat banyak kepentingan dalam industri penerbangan ini dalam enam hingga delapan bulan, karena pasar sudah lebih baik," kata Wakil Presiden Pemasaran Boeing Randy Tinseth, Minggu (19/6).
Boeing sengaja memberi sentuhan warna merah dan orange pada bodi pesawat komersial sebagai lambang pentingnya pasar industri penerbangan di Asia yang tumbuh pesat.
Saat ini Boeing 747-8 Intercontinental telah mendapat pesanan sebanyak 33 pesawat bertubuh bongsor tersebut. Boeing 747-8 versi penumpang ini memang diyakini akan lebih laris daripada versi kargo yang lebih dulu dilansir ke pasar.
Seri 747 untuk pertamakali diterbangkan 42 tahun lalu. Sejak itu, pesawat dengan punuk yang khas telah menjadi pesawat dunia yang paling dikenal. Boeing 747 adalah pesawat terbesar di dunia sampai tahun 2005, ketika Airbus mulai meluncurkan A380.
Boeing 747-8 Intercontinental bersaing dengan A380. Pihak teknisi Boeing sendiri menawarkan pesawat terbaru ini lebih sedikit konsumsi bahan bakar dan menawarkan kelebihan kenyamanan bagi penumpang. Pesawat juga menawarkan sayap baru, ekor baru, mesin dan kokpit baru.
Harga sebuah Boeing 747-8 Intercontinental mencapai US$317,5 juta atau sekitar Rp2,7 triliun. Maskapai Jerman Lufthansa telah memesan 20 unit pesawat dan dijadwalkan sebagai maskapai pertama yang akan menerbangkan secara komersial Boeing 747-8 Intercontinental.

(Media Indonesia)