CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Airlangga Hartarto: Naif Kalau Pemerintah Tidak Revitalisasi PT Dirgantara Indonesia



Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto mendesak pemerintah segera merestrukturisasi dan merevitalisasi PT Dirgantara Indonesia (DI) Tbk. Pasalnya, PT DI adalah salah satu industri strategis Indonesia yang membuat ekonomi Indonesia maju.
"Naif rasanya kalau pemerintah tak segera merevitalisasi PT DI, ini industri strategis," kata Airlangga, saat rapat kerja antara direksi PT DI dan Komisi VI serta Komisi XI DPR DI  di kantor PT DI, Bandung, Jumat (24/6). 
Airlangga mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat membutuhkan pesawat. Anehnya, Indonesia mempunyai PT DI yang memproduksi pesawat sementara negara (pemerintah) tidak membeli pesawat dari PT DI malah beli pesawat dari negara lain. "Sudah gitu pesawat dari lain itu nggak bermutu lagi," kata Airlangga.
Pada saat itu ia juga mendesak pemerintah agar segera merealisasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 6,7 miliar ke PT DI sebagaimana yang telah dijanjikan. "Segera cairkan dana itu, agar benahi manajemennya di sini dan bayarlah gaji karyawan di sini secara penuh," ujarnya.
Sementara Dirut PT DI, Budi Santoso, mengatakan, PT DI memperoleh banyak order kerja (kontrak) tahun 2008 dan 2009 namun tidak bisa dilaksanakan karena perusahaan kesulitan mendapatkan modal kerja untuk menjalankan kontrak yang ditawarkan.
Selain itu, kata dia, karyawan PT DI saat ini kebanyakan sudah tua, mulai memasuki usia pensiun, sementara pihak direksi tak bisa merekrut karyawan baru karena masalah dana. "Sudah usia karyawan tua, jumlahnya juga sedikit," kata dia.


(Suara Pembaruan)







Mendesak Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia



DPR RI akan mendesak pemerintah segera merestrukturisasi dan merevitalisasi PT Dirgantara Indonesia tbk agar badan usaha milik negara tersebut bisa sehat dan kembali memproduksi pesawat terbang secara optimal.
"Restrukturisasi dan revitalisasi itu dilakukan dengan memberikan bantuan modal dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN)," kata Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto usai meninjau langsung PT Dirgantara Indonesia (DI) Tbk di Bandung, Jumat (24/6).
Menurut dia, Komisi VI DPR RI akan melakukan rapat kerja dengan Menteri Keuangan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta jajarannya pada Senin (27/6), di antaranya membahas komitmen restrukturisasi dan revitalisasi terhadap PT DI.
Pada rapat tersebut, katanya, Komisi VI DPR akan mendesak pemerintah untuk segera mencairkan bantuan dalam bentuk PMN.  Dari peninjauan langsung ke PT DI di Bandung, kata dia, Komisi VI DPR RI mendapat penjelasan bahwa PT DI mengalami kesulitan keuangan akut yang membutuhkan bantuan modal baik tunai maupun non-tunai dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN).
Pada rapat-rapat sebelumnya, antara Komisi VI, Komisi XI, dan Badan Anggaran DOR, kata dia, telah memutuskan akan membantu keuangan dengan pertimbangan, industri pesawat terbang nasional tersebut  adalah industri strategis yang harus disehatkan lagi.
Dalam skema usulan bantuan yang disampaikan PT DI, kata Airlangga, juga telah direspons oleh pemerinah dengan menugaskan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk melakukan verifikasi. Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT DI Budi Santoso meminta DPR mendesak pemerintah segera memberikan bantuan modal dalam bentuk penyertaan modal negara guna merealisasikan seluruh rencana restrukturisi dan revitalisasi PT DI 2011-2015.
Menurut dia, bantuan PMN tersebut seluruhnya berjumlah Rp5,85 triliun yang meliputi PMN non-tunai sebesar Rp3,80 triliun serta PMN tunai sebesar Rp2,06 triliun. "Dengan bantuan PMN,  PT DI akan akan memiliki ekuitas positif dan bankable," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis mengatakan, sudah ada harapan dari pemerintah untuk mencairkan bantuan dalam bentuk PMN secara bertahap.


(Media Indonesia)




Jumat, 24 Juni 2011

Ambil Foto Pesawat, Wartawan Dilempari Batu


K30-1
Gabungan tim dari kepolisian, SAR dan AU mengevakuai bangkai pesawat N21H ke truk, Kamis (23/6/2011).

PADANG, KOMPAS.com - Kecelakaan yang terjadi pada pesawat aerobatik bermesin tunggal Christen Eagle II di lahan kosong dalam permukiman padat Jalan Angkasa Puri I, Kelurahan Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, kemarin sore menyisakan kisah tak sedap.
Seperti diberitakan, kecelakaan itu menewaskan Kolonel purnawirawan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) bernama Zakaria Saleh (57) yang pada Jumat (24/6/2011) sore telah diterbangkan ke Malaysia.
Nah, setelah kabar kecelakaan tersebar, wartawan pun berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Terlihat, proses evakuasi pesawat yang terbelah menjadi beberapa bagian dilakukan oleh aparat gabungan dari unsur TNI AU, SAR, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kepolisian.
Namun proses evakuasi dilakukan tertutup dengan menutup sekeliling pesawat yang dinaikkan ke atas trailer dengan beberapa potong terpal. Saat itulah, wartawan yang nekat mengambil gambar lewat semak-semak yang tidak ditutupi terpal sempat dilempari dengan batu dan kayu setelah sebelumnya dihardik.
Zakaria tewas setelah gagal melakukan familiarisasi area dalam rangka pameran olahraga kedirgantaraan bertajuk Minang Aerosport Show 2011 yang dimulai 22-26 Juni mendatang, ketika bermanuver loop, usai menanjak pada ketinggian tertentu.
Ketika itu Zakaria bersama pesawat lain yang dipiloti purnawirawan Letkol TUDM Amran Sulaiman. Sejumlah saksi mata mengatakan, menjelang tumbukan dengan permukaan tanah, moncong pesawat itu menghadap ke bumi dan menerabas pohon rambutan pada sebuah lahan kosong yang dikelilingi permukiman warga.

Rabu, 22 Juni 2011

China Tuntut Korsel Jamin Keselamatan Pesawat Sipil

Kementerian Luar Negeri China, Selasa (21/6) menyeru Korea Selatan untuk menjamin keselamatan pesawat sipil yang terbang di wilayahnya setelah marinir negara itu menembaki satu jet komersial yang akan mendarat di Seoul setelah terbang dari China.
Pesawat itu kemudian diidentifikasi sebagai Airbus 320 milik maskapai penerbangan Asiana Airlines yang datang dari China sedang bersiap-siap untuk mendarat di Incheon, bandara utama Seoul.
"Kami telah memperhatikan laporan yang terkait dan menyatakan kecemasan kami kepada pihak Korsel melalui saluran-saluran diplomatik," kata juru bicara Kemenlu Hong Lei dalam jumpa wartawan.
"(Kami) mengharapkan pihak Korsel melakukan langkah-langkah yang efektif untuk mencegah insiden seperti itu tidak terulang kembali dan menjamin keselamatan pesawat sipil dan para penumpang mereka terbang  di wilayah udara Korsel."
Satu sumber kementerian pertahanan Korsel mengatakan pesawat itu, yang membawa 139 penumpang dan awak, tidak mengalami kerusakan dan berada 500 sampai 600 meter dari jangkauan tembak senapan-senapan K-2.
Kantor berita Yonhap dan media lainnya mengatakan serdadu-serdadu itu memperkirakan pesawat itu terbang di utara dari koridor udara normal. Para pejabat Asiana mengemukakan kepada kantor berita itu  pesawat itu tidak pernah menyalahi rute yang telah direncanakannya.
Penembakan itu mencerminkan tingkat ketegangan antara dua Korea, yang secara teknis masih dalam keadaan perang setelah Perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata bukan perjanjian perdamaian, yang tahun lalu nyaris terlibat perang besar-besaran.
Korut menolak bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal perang Seoul Maret lalu dan mengatakan Pyongyang melakukan insiden kedua  menembaki pulau perbatasan Korsel, Yeonpyeong setelah Korsel melakukan latihan penembakan di laut dekat perairan yang disengketakan. Dua serangan itu menewaskan sekitar 50 warga Korsel.


(Media Indonesia)

Jelang Libur Sekolah, Pesawat Minta Tambahan Jadwal Penerbangan



Menjelang libur sekolah, operator penerbangan ramai mengajukan penerbangan tambahan (extra flight).
Direktur Angkutan Udara, Kemenhub, Edward A Silooy menyatakan bahwa sepanjang Juni ini telah banyak maskapai yang mengajukan diri untuk tambah penerbangan. "Bahkan kemungkinan akan bertambah," ujarnya pada Kontan, Selasa (21/6).
Siloy menambahkan, pihaknya memberi kebebasan kepada maskapai untuk menambah penerbangan. "Kita tidak akan membatasi selama maskapai dan bandara secara teknis dan pelayanan sanggup memenuhi aturan.
Hemi Pamuraharjo, Kepala SubDirektorat Pengembangan Angkutan Udara Domestik Kemenhub menyebutkan hingga saat ini, maskapai penerbangan yang sudah mengajukan extra flight sebanyak 7 maskapai. "Untuk domestik kita sudah mengeluarkan FA sebanyak 9473 dari 1 Januari- 21 Juni ini ," ujarnya.
Salah satu maskapai yang akan menambah penerbangan adalah PT Loin Air. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menyatakan, pihaknya akan menambah penerbangan jelang liburan ini. "Tahun lalu peningkatan penumpang pesawat rata-rata 5%. Untuk tahun ini kita akan siap tambah armada dan tambahan penerbangan, " ujarnya.
Berdasarkan peraturan pemerintah no. 6 tahun 2010, untuk menambah domestik penerbangan maskapai harus membayar sejumlah uang. Kementerian Perhubungan mencatat, pembayaran tersebut per Januari-Juni ini sudah melebihi Rp 1 miliar.
Sekjen Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) Tengku Burhanuddin menyatakan, penambahan penerbangan pada momen liburan tahun ini lebih sedikit jika dibandingkan liburan tahun lalu.
Penurunan tersebut menurut Tengku, disebabkan banyaknya jumlah maskapai baru dan penambahan frekuensi. "Sekarang yang terjun ke bisnis ini banyak, yang tambah frekuensi terbang juga banyak," ujar Tengku.
Selain itu, Tengku menambahkan tingginya minat maskapai penerbangan untuk menambah penerbangan tidak diimbangi dengan ketersediaan slot time bandara sehingga dikhawatirkan terjadi crowded di bandara.
Menurut data dari Kementerian Perhubungan tertanggal 20 juni-24 Juni saja tercatat sebanyak tujuh maskapai telah mengajukan tambahan penerbangan. Dari 95 jumlah tambahan penerbangan maskapai tersebut sebanyak 13 penerbangan dari PT. Merpati Nusantara, 37 penerbangan dari PT. Lion Air.
Sementara penerbangan Wings Air bertambah 13 penerbangan, PT. Garuda Indonesia menambah dua penerbangan, PT. Express Air sebanyak delapan penerbangan, PT. Indonesia AirAsia sebanyak 18 penerbangan dan PT. Klastar Aviation sebanyak empat penerbangan.
Kementerian perhubungan memproyeksi jumlah penumpang udara liburan ini akan meningkat sekitar 15% dari tahun lalu dengan kesiapan sarana yang ada sekitar 329 pesawat.

(Kontan Online)

Garuda Beli 50 Pesawat A320 untuk Citilink

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembelian 50 pesawat jenis A320 Family dengan Airbus Industrie hari ini, Selasa (21/6/2011).
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, dan Chief Operating Officer, Customer Airbus John Leahy, di chalet (paviliun) Airbus di Le Bourget Paris, bertepatan dengan acara pameran dirgantara internasional Paris Airshow 2011.
Sesuai nota kesepahaman, Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 50 pesawat jenis A-320 yaitu 25 pesawat berupa firmed order dan sebanyak 25 pesawat berupa option.
Dua puluh lima pesawat firmed order tersebut terdiri dari 15 A-320 Standar dan 10 pesawat A-320 Neo, dan akan bergabung dalam armada Garuda Citilink secara bertahap mulai tahun 2014 hingga 2018, masing-masing sebanyak lima pesawat setiap tahun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan pembelian 50 pesawat A-320 ini merupakan bagian dari program pengembangan Garuda Citilink ke depan. "Pesawat A-320 sangat cocok bagi penerbangan low cost karena kehandalan dan kenyamanannya, serta lebih efisien," kata Emir dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Selasa (21/6/2011).
Pesawat pesawat tersebut nantinya akan digunakan oleh Garuda Citilink, yang merupakan Strategic Business Unit (SBU) perseroan yang bergerak di bidang layanan penerbangan low cost. Pembelian pesawat tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan potensi pasar Garuda Citilink.
Mulai tahun ini juga secara bertahap Garuda Citilink akan meremajakan pesawatnya. Hingga akhir tahun 2011 Garuda Citilink akan mengoperasikan 4 Airbus A320 dengan kapasitas tempat duduk 180 kursi dan akan melayani rute-rute padat di domesik maupun regional.
Saat ini Garuda Citilink mengoperasikan enam pesawat jenis B-737-300 dan 400 dan melayani dan menghubungkan delapan kota tujuan di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar, Batam, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Medan.
(Okezone.com)

Selasa, 21 Juni 2011

Dapat Order 197 Pesawat, Airbus dan Boeing Raih Kontrak US$25 Miliar




Airbus dan Boeing menandatangani kontrak senilai lebih dari US$25 miliar kontrak selama berlangsungnya pameran dirgantara Paris Air Show 2011 di Prancis.
Airbus meraih total kontrak pembelian 142 pesawat senilai US$15 miliar dan 90 di antaranya pesanan untuk 90 unit pesawat Airbus A320neo, yang merupakan pengembangan teknologi dengan bahan bakar lebih hemat.
Sementara Boeing meraih kontrak senilai US$11 miliar atas pesanan 56 pesawat, termasuk order dari Qatar Airways untuk enam pesawat tipe 777 dengan nilai kesepakatan US$1,7 miliar.
Kedua produsen pesawat jet komersial berbadan lebar tampil di pameran dirgantara, khususnya dalam pengembangan mesin biofuel dan hibrida serta pesawat berteknologi tenaga surya.
Namun Airbus sempat mendapat malu setelah sayap pesawat superjumbo A380 melanggar pinggir landasan saat mendarat di bandara dekat kota Paris tersebut, Minggu (19/6). Atas insiden tersebut, Airbus segera mencari pesawat pengganti untuk terbang demo yang dioperasikan oleh Air Korea A380 seperti dilansir Yahoo.com, Senin (20/6).


(Primair Online)

Helikopter Penjaga Pantai Usir Pesawat "Nyasar"

Beberapa helikopter pasukan penjaga pantai mencegat sebuah pesawat kecil yang memasuki wilayah udara terlarang dekat ibu kota Amerika Serikat pada Sabtu (18/6/2011), kata perwira-perwira militer. Komando Pertahanan Antariksa Amerika Utara (NORAD) mengatakan pihaknya mengeluarkan perintah untuk mencegat setelah pesawat kecil mendekati kawasan ibu kota tanpa izin pada pukul 11.50 (00.50 WIB).    
"Setelah dicegat, pesawat sipil itu dialihkan ke Annapolis (di Maryland) tempat penegak hukum setempat akan menemui pilot itu," kata NORAD dalam satu pernyataan.   
Komando itu tak memberikan rincian lebih jauh mengenai pilot, pesawat, tempat tujuan atau lokasi persis insiden tersebut.   
Presiden Barack Obama, Wakil Presiden Joe Biden dan Ketua DPR John Boehner sedang bermain golf pada saat itu di pangkalan AU Andrews sekitar delapan kilometer sebelah tenggara Washington.   
Insiden ini merupakan yang ketiga dalam sepekan yang membuat NORAD mengerahkan jet-jet tempur atau helikopter-helikopternya mengusir pesawat-pesawat sipil yang nyasar ke wilayah udara terlarang itu.   
Pada 11 Juni dua pesawat  tempur F-15 AS mencegat satu pesawat sipil kecil yang terbang dekat Camp David, tempat peristirahatan kepresidenan. Obama saat itu sedang menghabiskan akhir pekan bersama keluarganya.   
Dua hari kemudian NORAD memerintahkan  helikopter HH65 Dolphin yang biasa digunakan pasukan penjaga pantai mencegat satu pesawat kecil ketika mendekati kawasan ibu kota, tetapi setelah identifikasi pesawat itu diizinkan meneruskan penerbangan ke tempat tujuannya.


(Kompas.com)

Pesawat Ini Mampu Terbang 4 Kali Kecepatan Suara



Dunia penerbangan komersial akan semakin maju, jarak tempuh dari suatu negara yang memakan waktu berjam-jam kini bisa dipersingkat. Ini berkat teknologi terbaru dalam dunia penerbangan komersial.
Ya, sekelompok insinyur tengah menciptakan pesawat jet yang mampu membawa penumpang berpergian secara singkat. Sebagai gambaran, penerabangan dari London ke Tokyo, yang bisa berjam-jam, kini bisa ditempuh hanya dengan waktu 2 jam saja. Tidak hanya itu, pesawat ini mampu menekan polusi sekecil mungkin.
Pesawat jet berteknologi hypersonic ini memiliki kecepatan hingga 3,125mph, atau setara dengan empat kali kecepatan suara. Memang teknologi ini merupakan adopsi dari Concorde, jika dikomersialkan rencananya akan dibuat untuk pesawat jenis Airbush 350, dengan kode nama A 350 XWB.
Dilansir melalui DailyMail, Senin (20/6/2011), pesawat Airbush A 350 XWB ini nantinya akan dibuat oleh perusahaan EADS. Pesawat ini sendiri dipuji sebagai pewaris Concorde, nantinya pesawat akan didorong oleh campuran hidrogen dan oksigen, yang berarti emisi satunya adalah air.
Setelah di ketinggian tertentu, pilot akan melibatkan sepasang mesin roket yang akan mendorong pesawat untuk kecepatan jauh lebih tinggi dan melayang di atas atmosfer.
Teknologi tersebut biasa digunakan dalam rudal, ini sangat efisien pada kecepatan di atas 1.000 mphi. Saat itu roket pendorong juga akan membantu mengantarkan pesawat hingga ketinggian 20 mil.
Saat dilakukan ujicoba membawa hingga 100 penumpang, pesawat ini menggunakan satu set mesin jet konvensional yang akan membantu peluncuran pesawat dari landasan pacu bandara. Ini berarti pesawat tidak akan menghasilkan suara bising 'Sonic Boom' seperti Concorde.
Teknologi tersebut disebut oleh para insiyur dengan sebutan Zero Emission Hypersonic Transportation (ZEHT). Beberapa kali pesawat ini dilakukan ujicoba, dan memang hasilnya jarak tempuh semakin cepat. Misalnya saja, dari London menuju Malaga, wilayah utara Spanyol, hanya 20 menit. Sementara ke Istanbul, hanya 30 menit, bahkan ke beberapa negara Amerika Serikat (AS), dibutuhkan 1 jam saja.
Rencananya, penerbangan paling jauh akan diujicobakan pada penerbangan London ke Tokyo, yang diperkirakan membutuhkan waktu hanya 2 jam saja.
"Ini bukan Concorde tapi tampak seperti Concorde, menunjukkan bahwa aerodinamis dari tahun 1960-an sudah sangat cerdas," kata Jean Botti, Innovation and Technology Director at EADS.
"Pesawat akan terbang tepat di atas atmosfer, yang berarti bisa terbang lebih dari 3.000 mph. Ketika Anda di atas atmosfir, penumpang tidak akan mendengar apa-apa. Kami telah bekerja pada proyek ini cukup lama, sekarang waktu yang tepat," terangnya.

(okezone.com)







Senin, 20 Juni 2011

Alat Navigasi Terganggu, Garuda Hentikan Penerbangan Malang-Jakarta




Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menghentikan rute penerbangan Malang-Jakarta dan sebaliknya. Penghentian ini karena ada gangguan pada alat bantu navigasi di Bandara Abdulrachman Saleh.
"Iya kita hentikan, karena ada gangguan pada alat navigasi di bandara," ujar Branch Manager Garuda Indonesia Dharmawan Y Hendrata saat dihubungi detiksurabaya.com melalui telpon genggamnya, Senin (20/6/2011).
Dia mengaku, penghentian ini hanya bersifat sementara hingga proses perbaikan alat bantu navigasi itu selesai. Karena itu bukan berarti pihaknya menutup rute Malang-Jakarta dan sebaliknya. "Hanya sementara sampai proses perbaikan selesai," tegasnya.
Dharmawan tak menyebut sejak kapan alat bantu navigasi berada di Bandara Abdulrachman Saleh itu mengalami gangguan. Hanya saja dia menegaskan, rute penerbangan tidak dialihkan dan dihentikan sementara.
Namun menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com kerusakan pada alat bantu navigasi ini terjadi sejak hari kemarin. Semenjak itu jadwal penerbangan Garuda Indonesia Malang-Jakarta terpaksa dialihkan ke Bandara Juanda.
Dharmawan belum dapat memastikan hingga kapan rute penerbangan ini kembali normal. Karena sampai kini upaya perbaikan tengah dilakukan. "Masih diupayakan untuk perbaikan mas," bebernya.
Proses perbaikan sendiri juga melibatkan pengelola Bandara Abdulrachman Saleh. Gangguan navigasi tak terjadi pada maskapai lain yang membuka rute penerbangan sama. Sriwijaya Air tetap beroperasi normal tanpa terjadi gangguan navigasi. "Tetap normal selama cuaca bagus," ungkap Kepala Distrik Sriwijaya Air M. Yusri dihubungi terpisah.

(Detik.com)