CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Perusahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perusahaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Pemerintah Akan Suntik Dirgantara Indonesia Rp5,1 Triliun



Pemerintah akan menyuntikkan dana sekitar Rp5,1 triliun untuk menyehatkan BUMN strategis di bidang penerbangan, PT Dirgantara Indonesia (DI). "Sekarang masih dalam proses," ujar Menperin, MS Hidayat, usai membuka pameran dan seminar industri permesinan dan alat transportasi, di Jakarta, Selasa (21/6).
Ia menjelaskan usul penyuntikan dana dalam bentuk penyertaaan modal pemerintah dengan mengambilalih utang PT DI menjadi modal pemerintah tersebut, telah disampaikan ke Komisi VI DPR.
Saat ini, kata dia, Kementerian Keuangan tengah mempelajarinya. "PT DI harus disehatkan dulu agar bankable (memenuhi persyaratan perbankan), sehingga produksi bisa dilakukan tanpa beban masa lalu," ujar Hidayat.
Ia optimis bila PT DI sehat, maka bisa membangun pesawat komersial yang memiliki daya saing tinggi. "PT DI telah menguasai teknologi (pembuatan pesawat) dan telah memiliki sertifikat FAA," ujar Hidayat. Ia bahkan memperkirakan produksi pesawat PT DI lebih baik dan berdaya saing dibandingkan pesawat MA-60 buatan China.
"Bila ingin industri pertahanan maju, maka harus dibenahi satu per satu," ujarnya. Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan Indonesia akan mengembangkan pesawat dengan teknologi yang matang dan menggunkan kandungan lokal yang tinggi.
"Pesawat itu diharapkan mampu menjelajah seluruh wilayah Indonesia, terutama bagian timur, yang memiliki fasilitas bandara yang minim dan medan bergunung-gunung," kata Hidayat.
Lebih jauh ia mengatakan selain PT DI, Kementerian Perindustrian juga telah mengusulkan merevitalisasi industri strategis terkait pertahanan, seperti PT PAL dan Pindad. "Ada 5-6 perusahaan industri strategis yang semuanya BUMN, yang perlu dibenahi satu per satu," katanya.


(analisadaily.com)

Selasa, 21 Juni 2011

Qatar Airways Beli Enam Boeing 777




Produsen pesawat terbesar Amerika Serikat (AS), Boeing Co, menggebrak Paris Internasional Airshow dengan mendapat pesanan senilai USD1,7 miliar untuk memasok pesawat Boeing 777-300 ER bagi maskapai Qatar Airways.
Meskipesawat yang dipesan relatif sederhana dari segi teknologi, Boeing berharap pesanan tersebut akan menjadi yang pertama dari serentetan pesanan selama sepekan dalam ajang pameran di Prancis. Chairman dan Chief Executive untuk Divisi Komersial Boeing Jim Albauhg menyatakan, pihaknya sangat senang bisa memainkan peranan dalam pertumbuhan dan kesuksesan Qatar Airways.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kami percaya bahwa Qatar Airways akan melanjutkan penggunaan Boeing 777," ujar Albaugh. CEO Qatar Airways Akbar al-Baker menambahkan, perusahaannya ingin mempercepat perluasan jaringan internasional dan penambahan rute baru.
Saat ini Qatar Airways memiliki 25 Boeing 777 dalam armadanya. "Dengan muatannya serta kemampuan menjangkaunya, keandalan dan nilai ekonomi telah membuat pesawat ini menjadi tulang punggung armada jangka panjang kami," ujar al-Baker.


(Seputar Indonesia)

GE Capital Aviation Services Pesan 60 Airbus A320neo



Perusahaan GE Capital Aviation Services telah memesan sebanyak 60 unit pesawat jet komersial Airbus A320neo, versi baru yang lebih efisien bahan bakar, sumber Associated Press melaporkan, Senin (20/6).
Airbus, produsen pesawat Eropa, mengumumkan kesepakatan tersebut pada Senin (20/6) di Paris Air Show, pameran industri pesawat terbang yang tahun ini bertema "terbang dengan biaya lebih murah dan bersih."
Kesepakatan itu bernilai sekitar USD 5,5 miliar, walaupun para pembeli biasanya sering meminta diskon.
Walaupun harga bahan bakar pesawat kian melonjak, namun pihak Airbus telah menerima pesanan sebanyak 390 unit pesawat A320neo sejak diluncurkan Desember lalu, meskipun pesawat tidak akan tersedia sampai 2015 mendatang.
(Warta News)

European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) Akan Luncurkan Pesawat Supersonik

Perusahaan industri dirgantara European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) di Paris Air Show 2011 yang diselenggarakan di bandara Le Bourget, Paris, mengumumkan akan meluncurkan pesawat supersonik tanpa emisi (Zehst) yang mampu terbang dari Paris ke Tokyo dalam 2,5 jam pada 2050.
Jean Botti, Kepala Teknis EADS, seperti dilansir "channelnewsasia.com", mengatakan, "Saya membayangkan pesawat masa depan terbang seperti Zehst. Pesawatnya rendah polusi yang dapat membawa sekitar 50 hingga 100 penumpang. Pada penerbangannya didukung oleh biofuel yang terbuat dari rumput laut sebelum mengaktifkan mesin roket di tingkat ketinggian tertentu".
Mesin roketnya didukung oleh hidrogen dan oksigen yang hanya membuang uap air. Mendorong pesawat ke ketinggian jelajah 32 kilometer dibandingkan pesawat jet penumpang saat ini yang terbang di ketinggian 10 km sampai 12 km di atas permukaan laut.
"Pesawat tidak akan mencemari, karena berada di lapisan stratosfer. Pada pendaratan, pilot akan mematikan mesin dan meluncur turun ke bumi sebelum menyalakan kembali mesin biasa sebelum mendarat," kata Botti.
Pihak EADS berharap prototipenya selasai dibangun pada 2020 dan untuk pesawat akhirnya selesai sekitar 2050. Pada projek ini dikembangkan EADS bekerjasama dengan Jepang dan juga menggunakan teknologi yang kini sudah tersedia.
Sebuah model dari pesawat, panjangnya sekitar empat meter, yang terlihat mirip dengan jet supersonik Concorde akan dipamerkan di Paris Air Show 2011 yang diselenggarakan dari 20 hingga 26 Juni 2011.

(Pikiran Rakyat Online)