CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Kamis, 17 Juli 2014

Pangdam Jaya: Saya Tantang Pak Ahok...


Seusai mencoblos di TPS 065, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama blusukan ke Waduk Pluit, Jakarta Utara, Rabu (9/7/2014).
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Mulyono menantang Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tantangan tersebut ialah berupa menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang marak dan menormalisasi kali di beberapa wilayah DKI Jakarta.

"Saya tantang Pak Ahok. Ayo punya program apa? Bersihkan pedagang kaki lima, sungai, kali? Ayo saya tantang," kata Mulyono seusai berbuka puasa bersama di Makodam Jaya, Jalan Mayjen Soetoyo No 5, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (15/7/2014).

Tantangan tersebut merupakan wujud partisipasi TNI dalam rangka mendukung program Pemprov DKI. Pihaknya pun siap menurunkan ribuan personel untuk pelaksanaan program tersebut.

"Kami punya program Karya Bakti yang bisa dimanfaatkan Pemprov DKI dengan personel yang berada di jajaran Kodam Jaya sebanyak 13.000 personel," kata Mulyono.

Program Karya Bakti itu, tambah Mulyono, bisa diperbantukan untuk menertibkan PKL yang masih marak. Salah satunya ialah para PKL di kawasan Monas. Selain itu, personelnya juga siap diturunkan untuk aksi bersih-bersih kali, sungai, waduk, dan lainnya. Bahkan, untuk diperbantukan, personelnya siap untuk merenovasi gedung sekolah-sekolah yang rusak.

"Pada prinsipnya, Kodam Jaya siap turun tangan jika sewaktu-waktu diminta bantuan oleh Pemprov DKI karena jika Jakarta bersih, indah, dan tertib, tentunya masyarakat akan merasa lebih nyaman dan aman," katanya.

Sumber: kompas.com

Senin, 14 Juli 2014

Beda Hiperseks pada Wanita dan Pria


Ilustrasi

Seperti halnya pada setiap jenis ketagihan, hiperseks atau ketagihan seks juga bisa berakibat buruk. Mereka yang menderita hiperseks bisa mengorbankan karier dan kesehatan mereka demi memenuhi hasratnya.

Dalam sebuah penelitian di Jerman terhadap 1000 wanita, diketahui dari jumlah responden yang tergolong sering berhubungan seksual, ternyata 3 persen diantaranya masuk dalam kategori hiperseks.

Gangguan seksual tersebut ternyata berkaitan erat dengan seringnya melakukan masturbasi dan pornografi.

"Frekuensi masturbasi, penggunaan pornografi dan jumlah pasangan seksual sangat terkait dengan tingginya tingkat hiperseksual," kata ketua epenliti Verena Klein, dalam Journal of Sexual Medicine.

Hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan hasil yang berbeda dengan anggapan sebelumnya bahwa wanita yang hiperseksual hanya melakukan perilaku pasif.

Walau ketagihan seks pada wanita mirip dengan pria dalam hal penggunaan konten pornografi, masturbasi terlalu sring, dan hubungan seks, tetapi wanita yang hiperseks kebanyakan adalah biseksual.

Sementara itu, pria yang hiperseksual mayoritas adalah heteroseksual atau hanya menyukai lawan jenis.

Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hiperseks, antara lain pernah mengalami pelecahan seksual pada usia kanak-kanak, merasa malu dengan kebiasaan seksual, tidak mampu menghentikan kebiasaan seksual meski tahu itu tidak benar, dan melakukan praktik seksual yang jelas bertentangan dengan hukum, misalnya prostitusi.

Jumat, 11 Juli 2014

Anjloknya saham VIVA dan MNC sebab quick count menangkan Prabowo

Anjloknya saham VIVA dan MNC sebab quick count menangkan Prabowo 

Talkshow tvOne.

Indonesia baru saja menggelar pesta demokrasi yaitu pemilihan langsung presiden dan wakil presiden untuk periode 5 tahun mendatang. Pemilihan presiden berjalan lancar dan aman, namun masih ada yang mengganjal yaitu perbedaan hasil quick count atau hitung cepat.

Proses hitung cepat di televisi milik politisi Harry Tanoesoedibjo dan Aburizal Bakrie berbeda dengan media lainnya. Dalam televisi ini, pasangan Prabowo-Hatta memenangkan pemilihan dan mengalahkan pasangan Jokowi-JK. Perbedaan tayangan ini ternyata berdampak pada pergerakan saham milik kedua konglomerat tersebut.

Head of Research Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan dengan menayangkan hasil hitung cepat yang berbeda akan mempengaruhi kredibilitas media tersebut. Ini secara langsung akan mempengaruhi iklan yang masuk yang kemudian investor akan mulai meninggalkan saham ini.

"Iklan mereka jangka panjang juga akan berpengaruh. Risiko mencantumkan hasil quick count yang tidak disukai tapi bisa jadi strategi. Kalau Prabowo menang dan ternyata benar kan ada pendapatan lain. Kalau ternyata salah itulah pertaruhan," ucap Satrio ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (11/7).

Pada perdagangan kemarin Kamis (10/7), saham Visi Media Asia Tbk, yang membawahi tvOne, antv, portal berita viva.co,id turun hampir 4,85 persen ke level 255 rupiah per lembar saham. Di awal perdagangan, harga saham perusahaan milik keluarga Bakrie ini di buka 267 per lembar saham.

Sama halnya dengan saham Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) juga mengalami penurunan hampir 3,66 persen ke level 2,630 Pada awal perdagangan saham MNC berada pada level 2,780 per lembar saham.

Menurut Satrio, kondisi ini akan sangat mempengaruhi kepercayaan investor ke perusahaan tersebut. Bahkan menurut teori yang diucapkan Satrio, saham milik Aburizal Bakrie dan Harry Tanoesoedibjo tersebut akan terus menurun hingga rekapitulasi suara selesai dari KPU.

"Kalau secara teoritis memang harusnya menunggu sampai 22 Juli nanti. Tapi saya kira pelemahan ini cuma 2-3 hari karena memang mungkin ada isu lain, tapi kita akan lihat lah," tegasnya.

Satrio bahkan membandingkan pergerakan saham Visi Media Asia Tbk dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan saham SCTV. Pada perdagangan kemarin, saham SCTV disebut naik imbas kepercayaan masyarakat atas tayangan hasil quick count.

"SCTV malah naik karena menayangkan hasil hitung cepat yang disukai masyarakat. Tapi MNC sebenarnya sudah agak lama pergerakan sahamnya memang tidak begitu menarik semenjak pertumbuhan ekonomi menurun. Saham MNC terus melemah," tutupnya.

Hingga penutupan perdagangan kemarin, saham MNC terseok 160 poin atau mencapai 5,86 persen dan ditutup di level 2,570 poin. Hampir sama dengan saham MNC, saham Visi Media Asia Tbk (VIVA), yang membawahi media televisi tvOne,antv, serta portal berita viva.co.id, terjun ke level 250, turun 18 poin atau sebesar 6,72 persen.

Sumber: merdeka.com