CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 01 Juli 2011

Pemprov Lampung Undang Bandara dan Maskapai

Pemerintah Provinsi Lampung Lampung akan mengundang pihak Bandara Radin Inten II dan manajemen maskapai penerbangan terkait sejumlah masalah yang terjadi akibat aktivitas overlay bandara.

Ini dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan yang telah mengganggu sejumlah penerbangan dari Bandara Radin Inten II ke Bandara Soekarno- Hatta atau sebaliknya, beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Eman Hendrawan mengungkapkan, pemprov akan mengundang pihak bandara dan manajemen maskapai untuk menemui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Apabila memang menimbulkan persoalan, kami akan undang pihak bandara dan maskapai menghadap Dirjen Perhubungan Udara untuk mencari solusi," terang Eman, Rabu (29/6).

Persoalan jadwal penerbangan terjadi sejak Bandara Radin Inten II melakukan overlay atau pengaspalan landasan pacu (runway) mulai pekan lalu. Bandara melaksanakan pengerjaan overlay sejak pukul 19.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Pengerjaan dilakukan setelah semua jadwal penerbangan selesai pada pukul 18.00 WIB.

Pengerjaan overlay ini mensyaratkan seluruh maskapai harus tepat waktu atau menaati jadwal penerbangan. Telat sedikit saja, atau melewati batas pukul 18.00 WIB, pesawat tidak boleh landing di Bandara Radin Inten II. Repotnya, maskapai-maskapai yang melayani rute ini tak melulu bisa menepati jadwal terbang alias kerap terlambat.

Itu sebabnya pengerjaan overlay Radin Inten II beberapa kali menimbulkan masalah. Penutupan bandara mulai pukul 18.00 WIB membuat flight terakhir beberapa maskapai terganggu, bahkan canceled atau batal terbang.

Pembatalan penerbangan terjadi pada penerbangan terakhir Maskapai Sriwijaya Air dari Jakarta menuju Lampung, Sabtu (25/6). Pembatalan penerbangan pun terjadi pada penerbangan terakhir Maskapai Garuda Indonesia dari Lampung menuju Jakarta, Selasa (28/6). Akibatnya, ratusan calon penumpang merasa dirugikan dan kecewa dengan hal tersebut.

"Kami mengerjakan overlay pada malam hari supaya tidak menggaggu jadwal penerbangan. Tetapi, maskapai harus disiplin. Mereka tidak boleh terlambat terbang. Kalau tidak ada overlay, keterlambatan masih bisa dilayani walaupun malam, selama tidak ada cuaca buruk. Tetapi, bandara sekarang tidak bisa melayani kalau sampai terjadi keterlambatan," jelas Eman.

Eman mengungkapkan, pihak bandara telah memberitahukan mengenai pengerjaan overlay. Pemberitahuan disampaikan sebelum pengerjaan overlay. Pengerjaan overlay dilakukan sepanjang 2.500 meter dan lebar 15 meter. Jumlah overlay sepertiga dari lebar landasan pacu selebar 45 meter. Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 19 Juli mendatang.

"Overlay harus dikerjakan sekarang karena masih musim kemarau. Musuh utama aspal itu air. Jadi, kalau overlay dilakukan pada musim hujan, tentunya akan sulit dilakukan," papar Eman.


(Tribun Lampung)



Support by :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar